Dalih Pendapatan Menurun, Marcopolo Akui Tak Sanggup Bayar THR Karyawan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Hotel Marcopolo Bandarlampung akui tak sanggup lagi  membayar Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 1442 H/2021 M. Bahkan untuk tahun 2020 baru dibayarkan setengah kepada karyawan 

Asisten General Manager Hotel Marcopolo Asian Rambe menyebutkan, untuk membayarkan gaji para pekerjanya sudah cukup kesulitan.

Bacaan Lainnya


“Ya untuk bayar yang bekerja saja sudah syukur. Belum listrik dan lainnya. Untuk menyisihkan THR kita belum bisa,” keluhnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (24/5).

Menurutnya, hal tersebut dikarenakan pandemi Covid-19. Sehingga berimbas pada minimnya pemasukan Hotel Marcopolo.

“Memang karena corona ini. Tidak ada pemasukkan. Jadi sekarang ini bisa bertahan hidup dulu,” jelasnya

Dia menjelaskan, dari 104 kamar yang tersedia, hanya 20 persen saja yang terisi perharinya. “Bayangin saja, banyak yang kosong,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, telah menyampaikan kepada para pekerja terkait dengan kondisi keuangan hotel tersebut. 

“Sudah beberapa kali kita sampaikan. Harapan satu-satu sih ownernya saja. Tapi ownernya juga hanya di sini pemasukannya, tidak ada usaha lain,” ungkapnya. 

Sebelumnya diberitakan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandarlampung telah menerima tiga pengaduan terkait belum dibayarnya Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan selama Idul Fitri 1442 Hijriah.

Ketiga perusahaan tersebut, yakni PT Tri Gunung Padutama di Jalan Waylaga, Kecamatan Sukabumi, Hotel Marcopolo di Jalan Dr Susilo, Kecamatan Telukbetung Utara, dan Dunkin Donuts. 

Hal itu disampaikan Kepala Disnaker Kota Bandarlampung, Wan Abdurrahman, didampingi Sekretaris Disnaker Kota Bandarlampung, Lenny Widyawati saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (20/5). “Iya, kami telah menerima tiga pengaduan adanya perusahaan yang belum membayarkan THR,” kata dia. 

Ia mengatakan, ketiga pengaduan itu datang dari karyawan yang bekerja di perusahaan swasta, rumah makan cepat saji, dan karyawan hotel.

“Yang terdata di Disnaker sampai hari ini ada tiga pengaduan, semua terkait pembayaran THR karyawan,” lanjutnya. 

Menurutnya, dari ketiga pengaduan tersebut, Disnaker hanya menerima pengaduan saja, dan meneruskan ke Disnakertrans Provinsi Lampung.

“Karena hanya provinsi yang memiliki wewenang untuk mengambil tindak lanjut dari pengaduan, kota dan daerah sifatnya hanya menerima pengaduan lewat posko saja,” ujarnya.

Sementara, untuk jumlah pengaduan terkait persoalan yang sama pada tahun lalu, Disnaker Bandarlampung juga mencatat hanya terdapat tiga laporan yang masuk ke posko pengaduan.

“Tahun lalu juga sama ada tiga laporan pengaduan yang masuk, pertama perusahaan yang bergerak di bidang usaha salon kecantikan, kedua perusahaan bergerak di bidang makanan siap saji dan ketiga perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan,” jelasnya.(*/mlo)




Pos terkait