Dampak Covid-19, Tahun Ini Hanya Satu Masjid Direhab  

  • Whatsapp
Masjid Al Mansur akan berfungsi maksimal dan lengkap diperkirakan akan selesai pada tahun 2021

Medialampung.co.id – Dampak adanya wabah virus Corona (Covid-19) sehingga Pemkab Lambar  melakukan refocusing, realokasi dan rasionalisasi anggaran tahun 2020.

Awalnya pemerintah daerah menganggarkan dana sebesar Rp4,7 miliar untuk program rehab masjid di empat kecamatan namun setelah dilakukan refocusing, realokasi, dan rasionalisasi anggaran sehingga anggaran rehab masjid saat ini tinggal Rp1,7 miliar.

Bacaan Lainnya



“Rencana awal pemerintah daerah akan merehab empat masjid yaitu masjid di Pekon Sukajadi Kecamatan Suoh, masjid di Pekon Sidomulyo Kecamatan Pagardewa dan masjid di Pekon Buaynyerupa di Kecamatan Sukau dan Masjid di Kelurahan Pasarliwa Kecamatan Balikbukit namun setelah dilakukan refocusing, realokasi dan rasionalisasi anggaran sehingga tahun ini hanya satu masjid yang akan direhab yaitu Masjid Al Mansur Kelurahan Pasarliwa Kecamatan Balikbukit,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ir. Okmal, M.Si.

Pemerintah daerah, kata dia,  sejak tahun 2018 telah menganggarkan dana untuk kegiatan rehab masjid yang ada di kabupaten ini.

Pada tahun 2018 lalu, ada empat masjid yang dilakukan rehab, yaitu masjid di Kecamatan Balikbukit, Kecamatan Batuketulis, Kecamatan Kebuntebu dan Kecamatan Belalau.

Kemudian tahun 2019 rehab masjid di empat kecamatan tersebut dilanjutkan. dan untuk tahun ini Masjid Al Mansur Kelurahan Pasarliwa Kecamatan Balikbukit (lanjutan).  

“Untuk Masjid Al Mansur akan berfungsi maksimal dan lengkap diperkirakan akan selesai pada tahun 2021. Mengingat berada di pusat kota sehingga rehab bangunan masjid harus terlihat bagus dan indah,” kata dia 

Menurut dia, program renovasi masjid yakni membidik sarana ibadah yang memerlukan bantuan untuk renovasi bangunan, dan akan ditargetkan program tersebut akan selesai beberapa tahun kedepan.

Artinya, di setiap kecamatan direncanakan akan ada satu masjid yang menjadi ciri khas kecamatan.

“Program tersebut bagian dari program pembangunan di bidang mental spiritual,” tandasnya. (lus/mlo)



Pos terkait