DAMRI akan Survey Dua Rintisan Trayek

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI)  yang merupakan salah satu perusahaan angkutan di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan melakukan survey dua rintisan trayek yakni rintisan trayek Liwa-Kebuntebu, dan Liwa-Suoh Lampung Barat.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Lambar Burlianto Eka Putra mendampingi Kadishub Jaimin mengungkapkan, survey  yang dijadwalkan oleh pihak DAMRI pada bulan Januari ini, merupakan tindaklanjut dari usulan yang disampaikan beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya



”Untuk rintisan trayek ini totalnya sepanjang 139 kilometer, yakni untuk trayek Liwa-Suoh itu sepanjang 57 kilometer, dan Liwa-Kebuntebu sepanjang 72 kilometer. Tim dari DAMRI kemungkinan besar akan datang dalam waktu dekat ini, mereka akan melakukan survey ke lapangan, sebagai salah satu tahapan sebelum dioperasionalkan,” ungkap Burlianto.

Kata dia, ketika nantinya hasil survey dua rintisan trayek tersebut dinyatakan layak oleh pihak DAMRI, maka tahun 2021 mendatang bus DAMRI sudah bisa beroperasi dan memberikan pelayanan angkutan kepada masyarakat.

”Semoga survey-nya berjalan dengan lancar tanpa kendala, sehingga harapan masyarakat untuk adanya bus DAMRI yang beroperasi di Lambar bisa terealisasi, khususnya untuk dua rute tersebut dimana kendaraan umum sangat minim, dan ini sekaligus dalam rangka mendukung sektor pariwisata di Lambar,” ujarnya.

Terusnya, di Lambar ini hanya ada 28 angkutan desa, karena itu pihaknya terus mencari solusi agar bagaimana angkutan umum tetap tersedia untuk masyarakat. Sebab, tidak semua masyarakat memiliki kendaraan sendiri, selain itu tentu wisatawan yang hendak berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Lambar tidak lagi kesulitan masalah transportasi.

Menurut dia, usulan yang disampaikan pihaknya mendapatkan tanggapan yang baik dari pihak DAMRI, dan peluang itu bisa terealisasi cukup besar, mengingat tahun ini ada beberapa rintisan yang direncanakan pihak DAMRI, dan ia berharap Lambar menjadi salah satu perioritas.

”Kami berharap untuk trayek Liwa-Kebuntebu dan Liwa-Suoh itu minimal masing-masing dua unit bus DAMRI, dan keberangkatannya juga terjadwal sehingga kedepannya bisa menjadi angkutan andalan bagi masyarakat,”  imbuhnya.(nop/lus/mlo)



Pos terkait