Dana Bang Pesona Terindikasi Dikendalikan Oknum Dishut

  • Whatsapp
Ilustrasi bibit durian

Medialampung.co.id – Program Perhutanan Sosial Nusantara (Bang Pesona) yang disalurkan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), kepada Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), untuk wilayah kerja Kesatuan Pengelola Hutan Lindung (KPHL) II Liwa, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) menuai pertanyaan.

Pasalnya dalam realisasinya di lapangan program yang salah satu sasarnnya untuk pemberdayaan masyarakat sekitar hutan dalam rangka peningkatan kesejahteraan, pemanfaatan dananya justru terindikasi dikendalikan oleh petugas kehutanan.

Bacaan Lainnya



Berdasarkan keterangan dari sumber yang dapat dipertangung jawabkan, program bang pesona itu merupakan bantuan lunak, Rp50 juta/kelompok dengan proses dua kali pencairan, tahap I Rp30 juta, dan sisanya dicairkan ditahap II, ditujukan untuk pengadaan bibit kayu dan pengadaan ternak.

Berdasarkan keterangan di lapangan dari beberapa KUPS, saat pencairan dana yang ditransfer ke rekening kelompok melalui BRI, setelah diterima kelompok, dana kembali diserahkan ke petugas kehutanan, atas nama Herlambang, dimana dana yang dikembalikan itu untuk dibelikan bibit kayu ataupun ternak. Seperti halanya pembelian bibit Alpukat dengan harga Rp20 ribu/batang dan bibit Durian Rp35 ribu/batang.

Surat Pernyataan Kelompok

Jumlah bibit yang dibeli kelompok bervariasi, ada yang membeli 600 batang bibit durian, artinya total uang Rp21 juta, dan 200 batang Alpukat artinya Empat Juta rupiah. Hal serupa juga terjadi pada kelompok lain namun dengan jumlah yang berbeda, dan menurut keterangan petugas kehutanan kepada kelompok pengadaan bibit dari Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) begitu pula untuk ternak kambing dibelikan dengan harga Rp2 juta/ekor.

“Artinya dalam hal itu KUPS, hanya tinggal menggunakan bantuan. Sehingga  Dana yang disalurkan dari BRI sebesar Rp30 juta, namun karena dipotong pajak tinggal Rp29 juta, dan kemudian dana itu dikembalikan lagi oleh kelompok ke petugas untuk dibelikan apa yang menjadi usulan kelompok,” kata dia.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, dimana poin pemberdayaan masyarakat sekitar hutan jika ketentuannya seperti itu. Kenapa pemerintah harus repot-repot menyalurkan bantuan dalam bentuk uang, jika pada kenyataannya kelompok menerima dalam bentuk barang. “Jadi pertanyaan jika betul seperti ini kenapa tidak diberikan bantuan langsung bibit dan ternak kepada kelompok penerima,” ucapnya.

Menanggapi itu Staf Seksi Perlindungan KPH II Liwa, Herlambang, S.P., Kasi Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dadang Tianahadi, S.P,M.M., mengetahui Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) KPHL 2 Liwa Hasan Basri, S.Sos., membenarkan terkait pembelian bibit tersebut, namun kapasitas pembelain itu karena kelompok yang meminta lantaran jika membeli ditempat umum harganya jauh lebih tinggi, sementara kualitas bibit juga tidak dijamin. “Kita juga memfasilitasi untuk pencarian bibit produktif dari pembibitan yang memang sudah teruji, pembelian hingga Bandar Lampung,” ungkapnya.

Dimana uang yang diberikan kelompok sesuai dengan harga bibit, seperti duren Rp35 ribu/batang,  Alpukat Rp20 ribu/batang, dengan jumlah terendah Delapan juta, dan tertinggi Rp17  juta.

Sebelumnya Kasi Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dadang Tianahadi, S.P,M.M., mendampingi Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) KPHL 2 Liwa Hasan Basri, S.Sos., membenarkan bahwa program Bang Pesona tersebut peruntukannya untuk pengadaan bibit dan ternak sesuai rencana kerja kelompok masing-masing, dan pengelolaannya dilakukan langsung oleh kelompok.

Pihaknya menyebutkan sebelum mendapatkan bantuan kelompok harus melakukan beberapa tahapan seperti verifikasi adminstrasi, verifikasi teknis baru setelah itu kelompok dinyatakan layak atau tidak.

Artinya kementerian mentransfer uang untuk dibeikan bibit dan ternak sebsuai RKK, dan peran petugas kehutanan memantau realisasinya dan membantu jika kelompok memerlukan bantuan tentang penerapannya. “Untuk Kabupaten Lambar terdapat sembilan kelompok yang memperoleh bang pesona tersebut,”  tandasnya. (ius/mlo)



Pos terkait