Dana BOS Penopang Peningkatan Mutu Pendidikan Madrasah 

  • Whatsapp
Plt. Kepala Kemenag Lambar Maryan Hasan, S.Ag, M.Pd.I

Medialampung.co.id seiring dengan terus bergulirnya pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) madrasah negeri dan swasta serta Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) bagi Raudhatul Athfal (RA). Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Barat menilai program ini telah banyak memberikan perubahan dan menjadi penopang dalam peningkatan mutu pendidikan madrasah di kabupaten setempat. 

Plt. Kepala Kantor Kemenag Maryan Hasan S.Ag, M.Pd.I, didampingi Kasi Pendidikan Madrasah Firdaus Sablie M.Pdi, mengatakan, sejak lima tahun terakhir dana BOS maupun BOP telah menjadi penopang bagi satuan pendidikan madrasah mulai dari tingkat RA swasta, MI, MTs hingga MA negeri dan swasta dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. 

Bacaan Lainnya

“Dana BOS sangat berkontribusi sebagai penopang utama terhadap peningkatan mutu pendidikan madrasah baik negeri maupun swasta di Lambar, secara bertahap kini mulai dari segi sarana prasarana maupun fasilitas pendidikan semakin meningkat,”jelasnya. 

Sesuai peruntukannya, lanjut dia, tujuan dari dana bos adalah untuk mewujudkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu bagi semua lapisan masyarakat dengan Membantu biaya operasional madrasah, Mengurangi angka putus sekolah, Mewujudkan keberpihakan pemerintah bagi siswa miskin MA dengan membebaskan atau membantu meringankan biaya sekolah bagi siswa serta Memberikan kesempatan yang setara bagi siswa mendapatkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu.

“Penyaluran BOS ini langsung kepada Sekolah madrasah masing-masing dan sesuai dengan petunjuk teknis BOS dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan diantaranya Pengembangan Perpustakaan, Kegiatan dalam rangka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler siswa, Kegiatan Ulangan dan Ujian Pembelian bahan-bahan habis pakai, Langganan daya dan jasa,” imbuhnya.

Termasuk, rehab ringan ruang kelas atau pemeliharaan gedung madrasah, Pembayaran honorarium bulanan Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil (GBPNS) dan Tenaga Kependidikan bukan PNS, Membantu siswa miskin, Pembiayaan pengelolaan BOS, serta sejumlah item Biaya lainnya.

“Setiap siswa mendapat alokasi sesuai dengan tingkatan yaitu untuk tingkat RA Rp100 ribu / siswa, tingkat MI senilai Rp350 Ribu/ Siswa, tingkat MTs senilai Rp 450 Ribu/siswa serta MA senilai Rp700 Ribu/siswa,”paparnya.

Sementara itu, secara keseluruhan dana BOP diterima oleh sebanyak 1.317 siswa RA dengan total alokasi sebesar Rp 131 juta lebih, dan untuk alokasi dana BOS khususnya bagi MI diterima oleh 2.582 siswa dengan total alokasi senilai Rp903 Juta lebih, kemudian untuk jenjang MTS dialokasikan untuk 2.951 siswa dengan total alokasi sebesar Rp1,3 Miliar lebih dan untuk sekolah jenjang MA disalurkan untuk 1.106 siswa dengan total alokasi sebesar Rp774 Juta lebih.(edi/mlo)


Pos terkait