Dana BTT Tinggal Rp7 Miliar  

  • Whatsapp
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P.

Medialampung.co.id – Dana belanja tak terduga (BTT) di Kabupaten Lambar hingga kemarin masih ada sekitar Rp7 miliar dari jumlah anggaran yang disiapkan oleh Pemkab Lambar tahun ini sebesar Rp29 miliar lebih.

“Setelah dilakukan penyesuaian anggaran, untuk pos dana belanja tidak terduga dianggarkan sebesar Rp29 miliar lebih dan hingga akhir Agustus  telah terealisasi Rp22,187 miliar lebih, ungkap Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P, Selasa (8/9) 

Daman menjelaskan, realisasi BTT sebesar Rp22,187 miliar lebih itu terdiri dari bencana alam sebesar Rp1,279 miliar lebih dan pencegahan dan penanganan Covid-19 sebesar Rp20,907 miliar lebih. 

Untuk bencana alam digunakan antara lain untuk perbaikan bahu dan badan jalan di lingkungan lingkar Simpang Serdang Kecamatan Balikbukit, perbaikan gorong gorong di Pekon Mekarjaya Kecamatan Gedungsurian, perbaikan satu unit jembatan di Pekon Puramekar Kecamatan Gedungsurian, pembuatan turap di Kecamatan Pagardewa,  perbaikan badan dan bahu jalan serta pemasangan bronjong di Pekon Atarkuwau Kecamatan Batuketulis.

Sedangkan realisasi BTT sebesar Rp20,907 miliar lebih, lanjut Daman, digunakan untuk pencegahan dan penanganan Covid-19, antara lain penanganan PMKS kelompok tuna sosial dan lansia Rp2,2 miliar lebih, bantuan pangan untuk masyarakat kurang mampu Rp8,3 miliar lebih, bantuan dan penanganan kejadian bencana Rp1,5 miliar lebih.

Kemudian, peningkatan kesiapsiagaan penanganan virus Rp1,6 miliar lebih, peningkatan Surveilans Epidemiologi Rp1,1 miliar lebih, nutrisi ibu hamil dan balita Rp1 miliar lebih serta penambahan belanja kesiapsiagaan penanganan Covid-29  Rp452 juta lebih dan pengawasan dan penertiban protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan persiapan dalam rangka new normal sebesar Rp94 juta. 

Saat ini yang sedang dalam proses untuk dicairkan sekitar Rp380 juta yang peruntukannya sebagai bantuan bencana sosial, yakni perbaikan drainase Sebarus, perbaikan talud Kecamatan Sekincau dan perbaikan bronjong di Pekon Giham Kecamatan Sekincau, kata dia seraya menambahkan, untuk dana belanja tidak terduga yang dianggarkan pemerintah daerah tidak harus habis semuanya namun disesuaikan dengan kebutuhan. (lus/mlo)



Pos terkait