Dana Kapitasi JKN pada FKTP Terealisasi Rp8,149 Miliar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemkab Lambar tahun ini menargetkan pendapatan dari dari kapitasi jaminan kesehatan nasional (JKN) pada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) sebesar Rp13,429 miliar (ABPD perubahan), dan hingga Oktober telah terealisasi sebesar Rp8,149 miliar lebih atau 60,68 persen

“Realisasi dana JKN pada fasilitas kesehatan tingkat pertama sebesar Rp8,149 miliar itu  untuk  15 puskesmas yang ada di Kabupaten Lampung Barat,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P.

Bacaan Lainnya

Daman memaparkan, untuk realisasi pendapatan dari dana kapitasi JKN pada FKTP sebesar Rp8,149 miliar lebih itu, rincian Puskesmas (PKM) Sumberjaya Rp547 juta lebih dari target Rp878 juta lebih, PKM Kebuntebu Rp518 juta lebih dari target Rp853 juta lebih, PKM Bungin Rp356 juta lebih dari target Rp577 juta lebih, PKM Pajarbulan Rp699 juta lebih dari target Rp1,251 miliar lebih, serta PKM Sekincau terealisasi Rp553 juta lebih dari target Rp860 juta lebih, PKM Pagardewa Rp324 juta lebih dari target Rp568 juta lebih, PKM  Bandarnegeri Suoh Rp1,033 miliar lebih dari target Rp627 miliar lebih. 

Selanjutnya, PKM Srimulyo Rp354 juta lebih dari target Rp1,584 miliar lebih, PKM Kenali Rp545 juta lebih dari target Rp786 juta lebih, PKM Batubrak Rp428 juta lebih dari target Rp743 juta lebih, PKM Liwa Rp1,090 miliar lebih dari target Rp1,773 miliar lebih, PKM Buanynyerupa Rp732 juta lebih dari target Rp1,320 miliar lebih, PKM Lumbok Rp225 juta lebih dari target Rp426 juta lebih, PKM Airhitam baru terealisasi Rp205 juta lebih dari target Rp331 juta lebih serta terakhir PKM Batuketulis Rp532 juta lebih dari target Rp844 juta lebih. 

Kata Daman, dana kapitasi adalah dana yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan kepada Puskesmas sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan bagi peserta JKN.

“Dana tersebut dibayarkan dimuka setiap bulan tanpa memperhitungkan banyaknya pasien peserta JKN yang berobat dan jenis pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Puskesmas. Untuk teknisnya seperti apa itu ada di Dinas Kesehatan,” tutupnya. (lus/mlo)




Pos terkait