Dana PUAP Diduga Mengendap di Rekening Gapoktan

  • Whatsapp
PUAP

Medialampung.co.id – Program bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Pekon Mandiri Sejati Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) untuk Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) sebesar Rp100 juta diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Pasalnya, anggaran tersebut diduga mengendap di rekening Gapoktan, bahkan hingga kini tidak ada kejelasan dari Gapoktan terhadap kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Mandiri Sejati.

Bacaan Lainnya


Dana bantuan PUAP itu seharusnya dapat membantu para petani yang tergabung dalam kelompok tani, salah satunya untuk menekan biaya pembelian pupuk, obat-obatan pertanian dan kebutuhan petani lainnya.

Karena dana bantuan itu merupakan dana bergulir, tapi sebaliknya, hingga kini dana bantuan PUAP itu tidak begitu dirasakan seluruh petani di setiap kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan tersebut. 

Salah satu ketua Kelompok Tani Cukuh Balak yang tergabung dalam Gapoktan Mandiri Sejati, Rohili, mengatakan bahwa Gapoktan di Pekon Mandiri Sejati pada tahun 2013 lalu telah menerima bantuan PUAP dari Pemerintah Pusat. Namun, bantuan itu diketahui baru terealisasi satu kali di tahun 2013 itu.

“Yang saya ketahui baru satu kali direalisasikan ke kelompok tani untuk dana bergulir kebutuhan petani seperti untuk kebutuhan pupuk dan sebagainya, dan sampai sekarang dana PUAP itu tidak jelas lagi,” katanya.

Dijelaskannya, hingga kini belum ada informasi dari Gapoktan di Pekon setempat mengenai kejelasan dana PUAP yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam hal ini petani. Terlebih, saat ini petani masih cukup kesulitan untuk membeli pupuk maupun kebutuhan pertanian lainnya. Karena itu dengan adanya dana bergulir melalui program PUAP tersebut harusnya bisa membantu petani.

“Tapi sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya lagi dari Gapoktan mengenai kejelasan dana itu. Jika memang khawatir dana bergulir itu macet di petani, tentu semuanya harus dimusyawarahkan,” katanya.

Karena itu, kata dia, pihaknya berharap bisa dimanfaatkan kembali untuk membantu kebutuhan petani. Mengingat, sebelum program itu diluncurkan dan disalurkan ke rekening Gapoktan pada 2013 lalu, anggota kelompok tani telah mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai syarat pengajuan dan pencairan dana PUAP tersebut.

“Sampai sekarang belum ada pemberitahuan lagi dari Gapoktan, kita berharap ini ada kejelasan dan benar-benar untuk membantu petani. Jika mengendap di rekening tentu ini menjadi pertanyaan bagi petani,” jelasnya.

Sementara itu, ketua Gapoktan Mandiri Sejati, Patria Asura, membenarkan jika pada 2013 lalu Gapoktan itu telah mendapat dana bantuan PUAP, dan hingga kini dana tersebut masih utuh ada di rekening Gapoktan. Sementara, mengenai tidak bergulirnya dana PUAP sejak 2013 lalu itu salah satunya karena  tidak ada pengajuan dari kelompok tani.

“Iya, untuk realisasi ke kelompok tani baru satu kali direalisasikan tahun 2013 lalu berupa pinjaman pupuk dengan nilai Rp500 ribu ke petani. Sejak saat itu sampai sekarang kita tidak merealisasikannya lagi,” jelasnya.

Masih kata dia, selain tidak ada pengajuan untuk realisasi dana PUAP dari kelompok tani ke Gapoktan Mandiri Sejati, pihaknya juga khawatir jika direalisasikan untuk dana bergulir seperti pinjaman kebutuhan petani seperti pupuk dan obat-obatan pertanian dan sebagainya itu akan macet dan tersendat di petani, sementara dana itu harus dipertanggungjawabkan.

“Kita tidak ingin mengambil risiko, makanya sejak 2013 lalu sampai sekarang tidak lagi merealisasikan dana PUAP untuk dana bergulir sebagai pinjaman di kelompok tani,” kilahnya.

Ditambahkannya, dana bergulir itu hingga kini masih lengkap dan tidak berkurang, bahkan kini menjadi Rp103 juta. Penambahan sebesar Rp3 juta itu merupakan kas dari perguliran pinjaman pupuk di tahun 2013 lalu.

Di wilayah ini ada empat kelompok tani dan satu kelompok tani wanita yang tergabung dalam Gapoktan, yang jelas untuk pencairan dana PUAP itu tergantung dari permintaan kelompok tani dan pihaknya tidak bisa sembarangan mencairkan dana PUAP. Sedangkan, terkait dengan musyawarah kepada seluruh kelompok tani memang hingga kini belum dilaksanakan lagi.

“Jika ada pengajuan untuk pencairan dana bergulir itu, tentu petani harus benar-benar komitmen untuk mengembalikan dana PUAP tersebut. Yang pasti dana PUAP itu masih ada,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait