Dandim Romas Hadiri Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Inf Romas Herlandes, S.E, M.Si, M.M., hadiri kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang digelar di Aula Palapa Kodim 0410/KBL Jl. Imam bonjol Kelurahan Gunung Agung Kecamatan Langkapura Kota Bandarlampung.

Tampak hadir dalam kegiatan diantaranya anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Hi. Ade Utami Ibnu, SE., Dosen UIN Lampung Dr. Abdul Mu’in Nara sumber Drs. Joko Mulyono, M.A.P., dan sejumlah elemen masyarakat Kota Bandarlampung selaku peserta sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Bacaan Lainnya


Dalam kesempatan tersebut, Ade Utami Ibnu menuturkan bahwa dirinya sangat bangga kepada Dandim 0410/KBL yang mana ditengah pandemi saat ini, Kodim 0410/KBL masih peduli terhadap masyarakat. 

“Khususnya dengan terus mengimbau warga untuk tetap patuhi Prokes agar masyarakat kota Bandarlampung terhindar dari penularan Covid-19,” ujarnya melalui sambutan pada kegiatan, Jum’at (19/3).

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa dengan dilaksanakannya sosialisasi ini, diharapkan agar kita semua bisa melaksanakan, memahami dan mengerti serta menjalankan apa yang menjadi harapan kita semua atas berlangsungnya kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan.

“Mudah-mudahan kegiatan Sosialisasi ini dapat membangkitkan semangat kita untuk bangkit menjadi Bangsa yang mandiri dan keluar dari kesulitan.” pungkasnya.

Sementara itu, Dandim 0410/KBL mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya, karena di tengah pandemi saat ini masih menyempatkan waktunya untuk  hadir mengikuti kegiatan.

Dalam kesempatan itu pula, Dandim 0410/KBL menghimbau kepada seluruh peserta agar tetap melakukan pola hidup sehat, untuk selalu mematuhi Prokes yaitu dengan mematuhi 5M.

Diakhir penyampaiannya, Dandim 0410/KBL mengimbau agar jangan mudah percaya terhadap informasi yang tidak valid/hoax.

“Apalagi jika hal tersebut mengarah kepada informasi yang menyesatkan ataupun yang bersifat untuk memprovokasi masyarakat,” pungkasnya. (*/mlo)




Pos terkait