Dari 300 Pelanggan, TPA Tampung Sampah Lebih dari 3 Ton/Hari

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Pekon Balai Kencana Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), setiap hari mampu menampung sampah rumah tangga di Pesbar mencapai tiga ton lebih, baik sampah organik dan sampah non organik.

Kabid Kebersihan, Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup dan Pertamanan, Ridwan Zikri, S.Km., mendampingi kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pesbar, Husni Arifin, S.Ip., mengatakan, semua volume sampah yang ditampung di TPA Pekon Balai Kencana milik Pemkab Pesbar itu berasal dari para pelanggan retribusi sampah di rumah-rumah warga.

Bacaan Lainnya



“Dari data yang ada sampai sekarang jumlah pelanggan sampah di DLH Pesbar ini ada 300 pelanggan,” katanya, Kamis (8/10).

Ditambahkannya, semua tumpukan sampah pelanggan yang berasal dari rumah warga itu diangkut dan ditampung di TPA Balai Kencana.

Setiap hari jumlah volume sampah yang ditampung di TPA dari seluruh pelanggan mencapai tiga hingga tiga setengah ton sampah atau tiga ton lebih. 

Namun, hingga kini semua tumpukan sampah di kolam penampungan TPA itu belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Selama ini tumpukan sampah itu hanya dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk mencari barang-barang bekas yang masih memiliki nilai jual di penampung barang bekas (rongsokan),” jelasnya.

Dijelaskannya, volume sampah yang akan tertampung di lokasi TPA itu setiap tahun akan terus meningkat, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan juga jumlah pelanggan sampah di Kabupaten setempat.

Terlebih, hingga kini pelanggan baru hanya berasal dari beberapa kecamatan seperti Kecamatan Pesisir Tengah, Way Krui, Krui Selatan.

“Untuk sementara ini kondisi jumlah volume sampah yang masuk ke kolam penampung itu, mudah-mudahan masih cukup lama dipenuhi sampah,” katanya.

Meski begitu, kata dia, harus tetap diantisipasi agar kondisi TPA tersebut benar-benar tetap terjaga dan terawat dengan baik. Jangan sampai kolam penampungan penuh dan tidak dikelola dengan maksimal.

Untuk itu, pihaknya sebelumnya juga telah mengusulkan ke Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Lampung agar lokasi TPA tersebut dapat dilakukan revitalisasi.

“Kita sudah mengusulkan untuk dilakukan revitalisasi, tapi hingga kini belum ada tindaklanjutnya. Kita berharap mudah-mudahan kedepan bisa terealisasi karena revitalisasi TPA juga jelas akan berdampak pada pemanfaatan sampah yang ada,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)



Pos terkait