Daya Guna Lahan untuk Kesejahteraan Petani

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tahun 2019 lalu, Pekon Sukabumi dan Pekon Gunungsugih Kecamatan Batubrak Lampung Barat menjadi pekon percontohan program daya guna lahan perkebunan kopi atau optimalisasi lahan, dimana petani didorong untuk memanfaatkan lahan perkebunan kopi yang ada untuk menanam komoditi lain yang bisa menghasilkan.

Program tersebut cukup berhasil, dan tahun anggaran 2020 ini giliran Kecamatan Pagardewa dan Lumbokseminung yang akan menjadi sasaran dari program tersebut yang juga diharapkan menjadi pilot project dalam optimalisasi lahan perkebunan.

Bacaan Lainnya



Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Lambar Agustanto Basmar mengatakan, melalui program daya guna lahan tersebut pihaknya mengajak petani untuk menanam  tanaman lain, dan untuk tahun 2020 ini jenis tanaman sela yakni lada, jenis tanaman tersebut sempat menjadi komoditi andalan di masa lampau, dan saat ini jumlahnya hanya sedikit sehingga melalui program tersebut pihaknya berharap kejayaan tanaman lada bisa kembali terulang.

”Untuk jenis tanaman yang kita pilih dalam program daya guna lahan tahun adalah lada, tanaman tersebut bisa ditanam diantara tanaman kopi, yang tentunya tidak mengganggu atau menghambat tanaman intinya yakni kopi. Lada juga menjadi  tanaman andalan petani, hanya saja karena beberapa faktor menyebabkan tanaman lada banyak mati dan kini sudah sangat jarang sehingga produksinya juga sedikit,” ujar Agustanto.

Dalam program tersebut, kata Agustanto, pihaknya akan memberikan bantuan berupa bibit lada dan juga pupuk NPK dan pupuk kompos, yang tentunya kedepan untuk petani yang menjadi sasaran program bisa benar-benar menjadi contoh bagi petani lainnya dan mampu menujukkan keberhasilan dalam mensukseskan program daya guna lahan tersebut.

”Untuk percontohan itu paling satu hingga dua pekon per tahunnya, namun kami berharap pekon yang telah menjadi sasaran program benar-benar mampu memberikan pemahaman kepada petani lainnya untuk bisa turut melakukan optimalisasi lahan, karena dengan begitu penghasilan tambahan selain kopi bisa didapat oleh petani,” kata dia.

Pada tahun sebelumnya, kata dia, program daya guna lahan seperti di Pekon Gunungsugih Kecamatan Batubrak, petani memanfaatkan lahan untuk menanam tanaman pisang tanduk, jenis pisang tersebut memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, sehingga bisa menjadi sumber pendapatan lain bagi petani.

Jika petani sudah mendapatkan penghasilan tambahan selain kopi, lanjut dia, maka petani tidak akan terjerat hutang saat paceklik, dan tentunya bisa lebih sejahtera dari sebelumnya. Kemudian yang terpenting program tersebut dilakukan yakni untuk mengajak petani dalam melakukan konservasi, bisa mengurangi penggunaan herbisida.

”Tanaman lada itu sangat rentan mati karena pengaruh dari penggunaan herbisida, karenanya melalui pembinaan kepada petani dalam program daya guna lahan tersebut, maka secara tidak langsung mengajak petani untuk tidak lagi menggunakan herbisida, sehingga tanaman lada bisa tumbuh dengan baik dan bisa menghasilkan,” imbuhnya. (nop/mlo)



Pos terkait