Dengan POC, Hasil Panen Meningkat Dua Kali Lipat

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – DPD HKTI Provinsi Lampung bersama HKTI Kabupaten Pringsewu melakukan panen raya Demplot Pupuk Organik Cair (POC) Bio Alga di Pekon Ambarawa Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu. Hasil panen yang didapat meningkat berlipat, mencapai 12,8 ton. 

“Hasil Panen meningkat bisa dua kali lipat, petani akan semakin banyak produksi dan penghasilan semakin meningkat juga,” jelas Ketua DPD HKTI Provinsi Lampung Rahmat Mirzani djausal ditemui usai panen raya, Minggu (13/9). 

Bacaan Lainnya



Dikatakannya, POC sebenarnya bisa untuk semua jenis tanaman. Hanya saja untuk di Pringsewu memang masih digunakan untuk tanaman padi.

“Di Pringsewu sudah diuji cobakan di areal 10 hektar, per hektar hasil panen menggunakan POC bisa 12,8 ton atau meningkat sekitar dua kali lipat,” beber Rahmat Mirzani Djausal didampingi Ketua HKTI Pringsewu Rara Ningrum.

Rahmat Mirzani menambahkan, pihaknya juga terus berupaya membantu peningkatan hasil panen. Diantaranya dengan mengembangkan pupuk organik melalui demplot yang  salah satunya di kabupaten Pringsewu.

“Kedepan, HKTI juga akan mengembangkan bibit padi serta rencananya bulan November mendatang  juga akan ada demplot di setiap kabupaten,” paparnya.

Hadir pada kesempatan itu  Asisten II Pemkab Pringsewu Jonrawardi , Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi dan Kapospol Ambarawa Polres Pringsewu, camat Sutikno, Babinsa, serta  anggota HKTI. Termasuk pakar pertanian HKTI Lampung Baheramsyah.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi hasil pertanian di Kabupaten Pringsewu yang semakin baik meski di tengah pandemi.

“Kita harus tularkan inovasi ini di daerah lain dan secara kebijakan harus lebih diperkuat,” ujarnya.

Langkah HKTI Lampung ini juga mendapat dukungan dari pemerintah kabupaten Pringsewu seperti dikatakan Asisten II Pemkab Pringsewu Jonrawardi, pihaknya sangat mendukung dengan hadirnya produk pupuk organik dari HKTI karena sangat membantu petani.

“Nantinya penyuluh bisa mensosialisasikan produk HKTI ini pada seluruh kelompok tani yang ada di Kabupaten Pringsewu,” ungkapnya.(sag/mlo)



Pos terkait