Deni Ribowo: Waykanan 99,9 Persen Siap Gelar PTM

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kabupaten Waykanan merupakan Kabupaten yang sangat siap untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM), hal itu berdasarkan pengamatan langsung serta dari hasil investigasi Anggota Komisi V Provinsi Lampung Deni Ribowo, SE, yang melakukan reses beberapa terakhir.

Selain itu, mantan Ketua KONI Waykanan tersebut juga menemukan kebutuhan yang sangat mendesak untuk dipikirkan pemerintah, diantaranya perlunya penambahan meja dan kursi untuk peserta didik, serta perlunya pembinaan bagi UMKM setempat untuk mencapai keberhasilan yang lebih baik dimasa-masa yang akan datang.

Bacaan Lainnya

“Masa reses ini adalah menjadi kewajiban kami sebagai Anggota Dewan untuk terjun ke masyarakat khususnya konstituen guna mendengarkan aspirasi mereka sekaligus mencarikan solusi penyelesaiannya, dan untuk masalah guru yang resah akibat kerap didatangi dan bahkan mungkin dijadikan ATM bagi oknum-oknum yang mengaku dari media telah saya siapkan wadahnya berupa advokasi guru, maka untuk permasalahan lain seperti kebutuhan akan infrastruktur yang sangat urgen seperti halnya perbaikan jalan maupun sumur bor, serta kebutuhan akan meja dan kursi akan langsung kami sampaikan kepada pihak-pihak yang berkompeten untuk segera ditindaklanjuti sesuai dengan kemampuan daerah, baik Pemerintah Kabupaten dan ataupun pemerintah Provinsi Lampung,” ujar Deni, Minggu (12/9).

Lebih jauh, Deni juga menyatakan dalam menghadapi PTM, Kabupaten Waykanan dinyatakan siap 99,9%, namun demikian ia meminta kepada pihak yang bertanggung jawab untuk memprioritaskan vaksinasi bagi Dewan guru dan siswa /siswinya, dan bagi orang tua yang tidak mengizinkan anak-anaknya untuk divaksin, maka orang tua tersebut harus tetap menerima anaknya menjalani pembelajaran secara daring, 

“Memang vaksin tidak menjadikan kita kebal dari Covid-19 , akan tetapi vaksin menyebabkan kita lebih cepat sembuh bila kena Covid-19, dan yakinlah bahwa Pemerintah tidak akan pernah menjerumuskan warganya, sebab Pemerintah itu ada karena ada Rakyatnya, yang harus ia sejahterakan dan jaga kelangsungan hidup mereka,” imbuhnya seraya menambahkan bahwa bagi sekolah yang akan menggelar PTM pada Senin (13/9) untuk dapat memperhatikan dengan benar protokol kesehatan, jaga jarak bangku anak didik sesuai dengan ketentuan, prokes serta harus ada tempat cuci tangan, selain itu guru serta wali murid harus bisa memastikan bagaimana ketertiban dan ketaatan protokol kesehatan saat anak anak masuk dan pulang sekolah.

Dalam pada itu sesuai dengan ketentuan yang telah diterbitkan oleh pemkab Waykanan, maka besok, Kabupaten Waykanan akan mulai menggelar PTM, namun demikian, walaupun telah dinyatakan siap, akan tetapi tetap perlu pengawasan dari berbagai pihak dan diharapkan langsung memberikan teguran dan atau sanksi bila terjadi pelanggaran, 

“Besok kita akan mulai PTM tetapi dari beberapa sekolah yang saya pantau, saya sangat khawatir sebab terlihat anak anak banyak bergerombol di sana-sini, mestinya pihak sekolah tegas akan hal itu, selain itu sudah kah semua guru dan anak didiknya di vaksin, sebab kalau muridnya di vaksin gurunya tidak dan atau sebaliknya, PTM ini akan sangat riskan menjadi cluster baru, jadi saya berharap agar pelaksanaan PTM besok harus kita awasi bersama agar kita tidak menyesal di kemudian hari, jangan sampai kejadian di tempat orang terjadi ditempat kita, dan satu lagi permintaan saya adalah setiap orang yang datang dari luar Waykanan itu harus dicek dulu, minimal test antigen, karena sebagian besar pegawai kita ini dari luar Daerah tetapi saya belum mendengar kalau mereka dilakukan test, padahal yang sangat rentan membawa virus itu ya mereka yang datang dari luar Waykanan, sebab kalau kita yang asli Blambangan umpu ini, tidak pernah kemana mana,” ujar Tokoh masyarakat Blambangan Umpu Hi. Akhmad Basri, S,Pd, MM.(sah/mlo)


Pos terkait