Desakan Pengusutan Ambruknya Gazebo Curup After Ciptamulya Terus Mengalir

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Keluhan kerusakan dini fasilitas wisata di air terjun (curup) After Pekon Ciptamulya, Kecamatan Kebuntebu, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) lokasi Hutan Kemasyarakatan (HKm) Abung Jaya Register 45B, terus mengalir yang mendesak pemerintah untuk mengusut penyebabnya.

Kali ini dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Maju, Adil Jagad, Aman Sentosa (Majas), wilayah Lampung Barat, yang akan berkoordinasi dengan pengurus Provinsi Lampung dan akan mengkonfirmasi ini ke Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi.

Bacaan Lainnya


ketertarikan LSM Majas dalam hal itu, karena Ekowisata yang tujuannya adalah mewujudkan masyarakat sejahtera dengan tetap menjaga kelestarian hutan menjadi sia-sia jika program program dilaksanakan tidak dengan benar.

Seperti dengan ambruknya salah satu gazebo di Ekowisata curup Ciptamulya jelas disinyalir akibat kelalaian pengelola khususnya dalam penggunaan bahan material atau juga saat pengerjaan. 

Sekretaris LSM Majas Lambar Jefri Ardiansyah mendampingi Ketua Majas Lambar Suwardi mengatakan sangat menyesalkan bangunan yang belum.genap tiga tahun tersebut roboh.

“Kecamatan Kebuntebu barometer pembangunan di Kabupaten Lambar, Kalau di kecamatan itu yang merupakan kampung bupati, dan mantan bupati, ketua dewan, para kadis aja seperti ini kualitasnya bagaimana ditempat lain,” ungkapnya.

Oleh sebab itu pihaknya. memberikan solusi untuk memperjelas persoalan itu, yang merugikan warga pekon tersebut khususnya, agar pihak yang terkait yaitu KPH 2 Liwa membuka anggaran pembangunan gazebo tersebut.

“Jelaskan kayu apa yang digunakan sesuai RAB, jika RAB dan pelaksanaan sesuai, artinya ini bencana,” sebutnya.

Tetapi jika RAB tidak sesuai dengan pelaksanaan dan kualitasnya lebih buruk artinya ada penyimpangan di pekerjaan tersebut. 

“Yang kita khawatirkan saat ini tiga gazebo lainnya yang sudah terlihat bermasalah kayunya juga mabruk,” ujarnya.

Karena itu ambruknya gazebo itu perlu diusut jangan sampai jika terdapat hal yang merugikan masyarakat.

Sebelumnya Koordinator Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Mahasiswa (FKPPM) Sumberjaya Anton Hilman, S.Si., minta kepada pihak terkait pemerintah maupun yang berkompeten lainnya uji kelayakan material bangunan seperti kayu yang digunakan.

Berdasarkan informasi dari sumber yang dapat dipertanggung jawabkan, Proyek wisata tersebut dari awal pengerjaan terkesan proyek siluman, karena tidak adanya koordinasi dari pelaksana kegiatan atau petugas berkompeten pemerintah, kepada pihak pekon maupun Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.

Dari data yang dimiliki dari Empat Gazebo. Satu unit ambruk, tiga lainnya mengalami kerusakan, dan jalan masuk lokasi yang dirabat kondisinya juga sudah mengalami kerusakan tidak lama pekerjaan selesai. (r1n/mlo)




Pos terkait