Dewan Setujui Pendapatan Daerah Lambar Diproyeksi Rp1,108 Triliun 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung menggelar rapat paripurna pengesahan rancangan kebijakan umum APBD (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) Kabupaten Lambar tahun 2021 di Ruang Sidang Margasana DPRD, Senin (7/9).

Sebanyak 30 dari 35 anggota DPRD yang hadir dalam rapat paripurna tersebut sepakat menyetujui  proyeksi pendapatan daerah tahun 2021 sebesar Rp1,108 triliun lebih, dengan sejumlah saran.

Bacaan Lainnya



“Berdasarkan hasil pembahasan antara Badan Anggaran DPRD dengan tim anggaran pemerintah daerah dan SKPD terkait, maka kita menyetujui rancangan KUA dan PPAS tahun anggaran 2021 yaitu pendapatan daerah diproyeksi sebesar Rp1,108  triliun lebih, belanja daerah Rp1,157 triliun lebih  serta defisit  sebesar Rp49  miliar lebih,”  ujar  Anggota Banang DPRD Hi. Untung pada saat membacakan laporannya.

Guna perbaikan dan perkembangan Kabupaten Lambar kedepan, lanjut Untung, ada beberapa saran-saran yang perlu disampaikan pihaknya kepada Pemkab Lambar,  diantaranya prioritas merupakan kebutuhan yang mendesak yang dibutuhkan oleh masyarakat, di tengah pandemi Covid-19, sehingga pihaknya mengharapkan kepada setiap organisasi perangkat daerah dalam penyusunan program kegiatannya agar selaras dengan penanganan dampak Covid-19, yaitu meliputi penanganan kesehatan, pemulihan ekonomi dan jaminan sosial. 

Selanjutnya, terkait OPD yang terdapat program-program unggulan contoh seperti di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yaitu pemberian seragam gratis agar lebih dioptimalkan, mengingat hal tersebut sangat-sangat ditunggu oleh para siswa dan wali murid apalagi di saat pasca Covid-19 yang menyebabkan ekonomi masyarakat sedang terpuruk. Begitu pun kepada OPD lain sehingga masyarakat betul-betul akan merasakan manfaat dari program-program tersebut.

“Kepala OPD yang menyelenggarakan kegiatan pelatihan, festival dan sosialisasi serta kegiatan seremonial agar kegiatan tersebut ditinjau ulang atau diperhitungkan kembali, itu mengingat kita sekarang ini belum bebas untuk kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa. Apabila memang harus dilaksanakan, agar OPD penyelenggara kegiatan memperhatikan standar protokol kesehatan pada pelaksanaan kegiatan tersebut,” tegasnya 

Masih kata Untung,  kepala perangkat daerah kabupaten Lambar agar dalam penyusunan anggaran bisa melakukan sinkronisasi penggunaan anggaran dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, mengingat kondisi keuangan daerah maupun kondisi keuangan nasional yang saat ini masih banyak terfokus pada penanganan virus Covid-19 sehingga perlu adanya keselarasan penggunaan anggaran dari pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. 

Tidak hanya itu, lanjut dia, pemerintah daerah juga dalam hal penyusunan anggaran Detail Engineering Design (DED) agar melibatkan dan mengundang perwakilan anggota DPRD Kabupaten Lambar. 

“Kepada pemerintah daerah supaya lebih memacu peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) sebagai salah satu penerimaan daerah yang mencerminkan tingkat kemandirian daerah. Sebab semakin besar PAD  maka menunjukkan daerah itu mampu melaksanakan desentralisasi fiskal dan ketergantungan terhadap pemerintah pusat berkurang,” kata dia

Sementara itu, Bupati Lambar Parosil Mabsus  mengucapkan terima kasih  kepada pimpinan dan segenap anggota dewan yang telah memberikan dukungan, masukan dan kerjasama yang baik pada rapat pembahasan KUA dan PPAS tahun anggaran 2021 beberapa hari yang lalu.

“Pembahasan tersebut merupakan perwujudan dari rasa tanggungjawab pemerintah daerah dan DPRD Lambar terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat di kabupaten ini dalam rangka mewujudkan visi dan misi  Kabupaten Lambar,” ungkap Parosil. (lus/mlo)



Pos terkait