Dewan Soroti Kurang Berfungsinya Anjungan Lambar di PKOR Wayhalim 

  • Whatsapp
Anggota DPRD Kabupaten Lambar Erwin Suhendra, SE

Medialampung.co.id – Anggota DPRD Kabupaten Lambar Erwin Suhendra menyoroti keberadaan Anjungan Lampung Barat yang berlokasi di PKOR Wayhalim Bandarlampung yang kurang difungsikan secara maksimal dan kurang terawat.

“Kita berharap Anjungan Lampung Barat yang berlokasi di PKOR Wayhalim harus dijadikan multifungsi termasuk agent pariwisata Lambar, memperkenalkan destinasi dan sekaligus produk-produk UMKM Lambar. Jangan kita hanya berkoar-koar saja tapi action kurang maksimal, akhirnya kita tenggelam dengan selembar penghargaan saja,” ungkap Erwin.

Bacaan Lainnya

Selain belum difungsikan secara maksimal, lanjut dia, bangunan Anjungan Lampung Barat tersebut terkesan kumuh dan kurang terawat. “Di lokasi itu berjejer icon 15 kabupaten/kota, punya kita (Anjungan Lampung Barat) kurang terurus. Ini karena peduli Pemda memang kurang fokus. Sementara punya kabupaten/kota lainnya terlihat bagus,” ujar dia

Menurut dia, kondisi ini bukan kesalahan petugas UPT yang ada di Anjungan tersebut tapi fasilitasnya memang sangat kurang mendukung baik dari kondisi bangunan gedung maupun tata bangunannya. Bahkan pagar dan gerbang masuk kondisinya sangat memprihatinkan.

“Persoalan Anjungan Lampung Barat yang ada di PKOR Wayhalim ini sudah sering saya sampaikan pada pemandangan umum fraksi pada saat paripurna namun sampai saat ini belum ada tindaklanjutnya,” kata dia.

Erwin berharap Disporapar untuk memaksimalkan promosi wisata di kabupaten setempat, tujuannya agar diketahui dan didatangi oleh wisatawan yang bukan hanya lokal tetapi juga dari luar daerah Lambar. 

“Semangat kita untuk membangun fasilitas juga harus berimbang dengan promosi wisata yg maksimal,” katanya seraya menambahkan, untuk promosi wisata ini perlu adanya sinergi antara Disporapar dengan Dinas Kominfo.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Disporapar Tri Umaryani, mengaku bahwa kondisi bangunan Anjungan Lampung Barat yang ada di PKOR Wayhalim Bandarlampung tidak representatif, sementara anjungan milik kabupaten lain sudah modern dan memiliki ciri khas budaya daerah masing-masing. 

“Kondisi bangunan kita tidak representatif dibanding bangunan milik kabupaten lain. Karena keterbatasan anggaran sehingga kurang perawatan dan untuk tahun 2022 mendatang akan kita usulkan untuk dilakukan renovasi bangunan,” kata Tri.

Terkait promosi wisata, kata Tri Umaryani, promosi itu penting dan tetap dilakukan oleh pihaknya namun dalam kurun dua tahun ini karena adanya pandemic Covid-19 maka promosi yang sifatnya offline (tatap muka) hampir tidak dilakukan, salah satu contohnya Liwa Fair serta pameran pameran itu di tidak diadakan, akan tetapi promosi wisata kita lakukan melalui digital seperti media sosial, media massa dan lainnya. 

“Kita gencar melakukan promosi wisata melalui digital, kalau promosi yang sifatnya offline hampir tidak kita lakukan selama dua tahun ini karena pandemic Covid-19,” pungkas Tri. (lus/mlo)

Pos terkait