Diancam Tak Diantar Pulang, Gadis Belia Diintimi Pacar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – SL bin MR (20) warga Pekon Bumi Hantatai Kecamatan Bandarnegeri Suoh (BNS) Kabupaten Lampung Barat, diamankan Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Sekincau Kabupaten Lampung Barat, atas dugaan persetubuhan terhadap anak dibawah umur dengan korban RW warga Kelurahan Tugusari Kecamatan Sumberjaya, yang terjadi pada Sabtu (30/5) lalu dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Pekon Bumi Hantatai. 

Kapolsek Sekincau Kompol Sukimanto mendampingi Kapolres AKBP Rachmat Tri Haryadi, SIK, MH., mengungkapkan, tersangka Tindak pidana Persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang dimaksud dalam Pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 76D dan atau Pasal 81 ayat (2) UU RI No.17/2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No.1/2016 Tentang Perubahan kedua atas UU RI No.23/2002 Tentang Perlindungan Anak tersebut diamankan,  Jum’at (12/6). 

Bacaan Lainnya



“Tersangka kita amankan atas dasar LP/B-216/VI/2020/Polda Lampung/Res Lambar/SPK Sek Sekincau tanggal 12 Juni 2020 dengan pelapor atas nama SL bin AW (42) yang merupakan ayah korban,” ungkap Sukimanto. 

Kronologis kejadian, jelas dia, berawal pada Sabtu tanggal 30 mei 2020 sekitar pukul 10.00 WIB pelapor diberitahukan oleh istri istrinya  bahwa anak pelapor tidak ada dirumah selanjutnya pelapor mencari anak pelapor ke arah Kebuntebu, Bungin, Puncak Sumberjaya sampai dengan sore hari tidak ditemukan.

“Selanjutnya pelapor menunggu RW (korban) hingga larut malam di rumah tetapi tidak juga pulang kemudian pelapor beristirahat,” ujarnya. 

Baru keesokan harinya, sekitar pukul 07.00 WIB pelapor kembali pergi mencari RW ke daerah Bungin, sesampainya di rumah saudaranya pelapor melihat ada RW, kemudian pelapor langsung mengajak RW pulang. 

“Selanjutnya setelah sampai di rumah, pelapor menanyakan kepada RW, kenapa tidak pulang hingga pada akhirnya RW menceritakan kepada ayahnya bahwa ia diajak ke beberapa tempat yakni Kebuntebu, Sekincau dan Suoh,” ujarnya. 

Setelah didesak oleh pelapor, akhirnya RW menceritakan bahwa ia telah diintimi oleh pelaku pada pukul 21.00 WIB. Korban tidak berani menolak karena diancam tidak akan diantarkan pulang oleh pelaku. 

“Dikarenakan tidak terima atas kejadian itu, akhirnya ayah korban melaporkan kejadian yang menimpa anaknya kepada pihak kepolisian, dan setelah dilakukan penyelidikan akhirnya pelaku berhasil diamankan,” kata dia. 

Dalam kasus tersebut, pihaknya mengamankan barang bukti berupa satu helai baju kaos lengan pendek warna putih bergambar, satu helai celana jeans, satu helai BH warna ungu, dan satu helai celana dalam warna ungu. 

“Pelaku diamankan bersama barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” imbuhnya. (nop/mlo)



Pos terkait