Dibantu TNI, Warga Mekarjaya Bangun Jembatan Darurat 

Medialampung.co.id – Gerak cepat, warga bersama aparatur Pekon Mekarajaya, Kecamatan Gedungsurian, Kabupaten Lampung Barat bersama anggota TNI Koramil 422/06 Sumberjaya gotong royong membangun jembatan sementara di ruas jalan poros penghubung pekon yang putus total sebanyak tiga titik dan longsor satu titik pekan kemarin akibat luapan Sungai (Way) Besai pekan kemarin.

Gotong royong pembangunan jembatan menggunakan batang pohon kelapa yang dilaksanakan Senin (17), sebagai upaya dini (kedaruratan) agar akses jalan kembali dapat dilalui kendaraan. 

Bacaan Lainnya


Peratin Mekarjaya Atim, S.H., menyebutkan pembangunan jembatan sementara tersebut dilakukan di tiga titik ruas jalan yang putus yang sebelumnya berupa gorong-gorong. 

Meskipun dalam pemanfaatan batang kelapa dalam pengambilannya cukup sulit. Namun mengingat perbaikan jalan poros yang statusnya milik kabupaten tersebut adalah kebutuhan untuk mobilitas masyarakat tiga pekon. Warga bersama TNI terus berupaya semaksimal mungkin dalam pengerjaan jembatan hingga selesai dikerjakan. 

“Pembangunan sementara ini langkah cepat memanfaatkan pohon kelapa, sembari menunggu upaya pembangunan oleh pemerintah,” katanya

Atas nama masyarakat dan aparatur pekon Atim menyampaikan terimakasih kepada pihak TNI Sumberjaya yang telah bersama warga dalam pembangunan jembatan sementara tersebut. “Alhamdulilah kapasitas jembatan kayu pohon kelapa yang kami bangun bisa dilalui kendaraan roda empat (R4) kapasitas mobil kecil,” ungkapnya.

Pekan kemarin, Kamis (13/1) Ketua DPRD Lambar Edi Novial, S.Kom., bersama Anggota Legislatif (Aleg) Azhari, S.H., bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lambar, Maidar M.Si, didampingi Camat Gedungsurian M.Agus Setiawan, S.E, M.M., meninjau lokasi guna memastikan kondisi yang terjadi.

Edi Novial merasa prihatin atas kerusakan fasilitas dampak luapan sungai Besai tersebut karena memengaruhi pergerakan ekonomi masyarakat pengguna jalan beberapa pekon yang harus berputar lewat jalur lain dengan rentan kendali jalur lebih jauh.

Pihaknya berpesan kepada Pemkab Lambar melalui BPBD Lambar, dapat mengupayakan perbaikan guna meminimalisir terhambatnya pergerakan ekonomi masyarakat. 

Dan kepada camat, aparat pekon bersama satgas tagana dan warga, segera melakukan upaya kedaruratan seperti perbaikan akses sementara setidaknya jalur dapat dilintasi kendaraan roda dua (R2) motor.

“Harapan saya aparat pekon dan warga dapat melakukan upaya kedaruratan sementara sembari menunggu langkah BPBD Lambar,” ajaknya. (r1n/mlo)


Pos terkait