DID Rp8,338 Miliar untuk Sektor Pendidikan dan Kebudayaan

  • Whatsapp
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P

Medialampung.co.id – Kabupaten Lampung Barat (Lambar) tahun ini mendapatkan kucuran dana insentif daerah (DID) sebesar Rp8,838  miliar lebih dari pemerintah pusat.  

“Dari jumlah DID sebesar  Rp8,838 miliar lebih itu rinciannya untuk  sektor pendidikan dan kebudayaan sebesar Rp8,338 miliar lebih, sektor perencanaan pembangunan Rp249 juta lebih dan sektor pengelolaan keuangan daerah Rp250 juta lebih. Jadi anggaran DID terbesar itu dialokasikan untuk sektor pendidikan dan kebudayaan,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P, Minggu (8/3).

Bacaan Lainnya



Dipaparkannya, dana DID sebesar Rp8,338 miliar lebih untuk sektor pendidikan dan kebudayaan itu terdiri dari program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Rp29 juta lebih meliputi pengadaan perlengkapan gedung kantor dan pengadaan komputer/jaringan komputer.

Selanjutnya program pendidikan anak usia dini (PAUD) Rp 263 juta lebih meliputi pengadaan buku buku dan alat tulis siswa, pembinaan minat, bakat dan kreativitas siswa, biaya penyelenggaraan pendidikan merata (BPPM) PAUD dan pengembangan kapasitas PAUD Holistic Integratif. 

Kemudian,  program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun Rp3,929 miliar lebih, antara lain akan digunakan untuk penyelenggaraan ujian nasional SMP/MTs, olimpiade literasi siswa nasional (OLSN), serta penyelenggaraan ujian sekolah berstandar nasional (USBN-SMP/MTs, serta pengembangan sekolah digital. 

Selain itu, untuk program pendidikan non formal  Rp 553 juta lebih meliputi penyelenggaraan paket A setara SD, penyelenggaraan paket B setara SMP dan paket C setara SMA, penyelenggaraan ujian nasional pendidikan kesetaraan paket A, B dan C, serta belanja operasional SKB Kabupaten Lambar, serta program peningkatan manajemen pelayanan pendidikan Rp 361 juta terdiri dari kegiatan penyusunan data pokok pendidikan (Dapodik) Kabupaten Lambar dan kegiatan pemberian penghargaan bagi masyarakat berprestasi.

“Kemudian program pembinaan ketenagaan Rp3,2 miliar lebih yang akan diperuntukkan antara lain kegiatan seleksi guru berprestasi, pembinaan kelompok kerja guru (KKG) bagi guru SD, dan lomba mendongeng guru PAUD, serta workshop guru seni budaya,” kata Daman.

Lanjut dia, sementara untuk sektor perencanaan pembangunan akan ada program perencanaan pembangunan daerah dan penyusunan RKPD Kabupaten Lambar sedangkan di sektor pengelolaan keuangan daerah akan ada program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah dan pemeliharaan pengembangan sistem informasi keuangan daerah yang bersumber dari DID tahun 2020.

“Kalau tahun 2019 lalu, DID yang diterima Kabupaten Lambar sebesar Rp 35 miliar lebih namun untuk tahun ini jumlahnya berkurang,” pungkas dia. (lus/mlo)



Pos terkait