Diduga Frustasi, Warga Rawas Nekat Minum Racun Serangga

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Nasib baik masih bersama Suwandi Hastoni (37) Warga Pekon Rawas, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), dirinya masih dapat diselamatkan oleh warga setelah nekat menenggak racun serangga jenis pastax di belakang cucian mobil di Pemangku Lioh Buntokh, Pekon Seray Kecamatan Pesisir Tengah, sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu (20/11) kemarin.

Kapolsek Pesisir Tengah Kompol Drs. Ansori BM Sidik., mengatakan aksi korban pertama kali diketahui oleh Heru (35) yang merupakan tetangga korban yang hendak memberi makan ternak, saksi curiga dengan suara mengorok dibelakang rumah korban, saat di hampiri ternyata korban sudah dalam kondisi lemas dan terus mengorok akibat racun serangga.

Bacaan Lainnya



“Beruntung aksi korban diketahui oleh saksi, saksi langsung menghubungi warga lain, sehingga bisa diselamatkan dan dibawa ke Puskesmas Krui menggunakan kendaraan patroli milik Polsek Pesisir Tengah malam itu juga,” kata dia.

Dijelaskannya, aksi nekat korban diduga karena korban sudah lama menganggur dan tidak kunjung mendapatkan pekerjaan meski sudah berulang kali mencari pekerjaan.

“Korban belum bisa kita mintai keterangan karena dalam keadaan tidak sadarkan diri, anggota keluarganya juga tidak mengetahui motif korban sampai nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum racun serangga,” jelasnya.

Dikatakannya, setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Krui, korban dirujuk menuju Rumah Sakit Alimuddin Umar Liwa, guna mendapatkan perawatan intensif karena kondisi korban semakin melemah.

“Sekarang korban sudah di RS Alimuddin Umar untuk mendapatkan perawatan intensif, kita berharap korban bisa pulih kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Rawat Inap Krui, Nurlela, S. St., mengatakan petugas medis telah melakukan penanganan pertama dengan melakukan pemeriksaan, melakukan pemasangan infus dan memberikan obat penetralisir racun. Namun karena kelengkapan peralatan yang belum memadai sehingga korban dirujuk ke RS Alimuddin Umar, Liwa.

“Peralatan kita masih terbatas, jadi korban hanya diberi pertolongan pertama, karena kondisi korban sudah tidak sadarkan diri jadi kita rujuk ke Liwa,” singkatnya. (yog/d1n/mlo)



Pos terkait