Diduga Sedang Isoman, Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kontrakannya

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Covid-19 diduga Kembali memakan korban,  kali ini menimpa Wahyudin (37), salah satu karyawan Bank Lipat Ganda Baradatu yang ditemukan telah meninggal dunia di kamar kontrakannya di Kediri 3 Kampung Bhakti Negara Kecamatan Baradaatu pada Selasa (3/8).

Menurut pemilik kontrakan, Nuryanto, bahwa awalnya ia merasa curiga karena Wahyudi sudah satu hari tidak terlihat beraktifitas di kontrakannya, sementara ia juga tahu kalau setiap hari banyak rekan Wahyudi yang membawakannya makanan dan minuman.

Bacaan Lainnya

“Setahu saya memang korban dalam kondisi sakit, saya juga sering melihat rekan-rekannya datang mengantar makanan ke kontrakannya, akan tetapi karena dari kemarin saya tidak melihat keberadaannya maka saya akhirnya mengetuk pintu kontrakannya, karena tidak ada jawaban saya memberanikan diri mengintip dari lobang ventilasi diatas pintu, saat itu saya melihat korban sedang memeluk guling tanpa busana dengan aroma yang tidak sedap, karenanya saya langsung lapor dengan pak lurah yang langsung menghubungi Polsek Baradatu,” ujar Nuryanto.

Terpisah Lurah Tiuh Balak Pasar Sugeng, S.Pd MM, menyatakan, saat ditelpon ia langsung menghubungi Polsek yang juga meminta bantuan Puskesmas untuk melakukan evakuasi korban.

“Sampai di lokasi saya belum melakukan apa apa sampai menunggu kedatangan aparat penegak hukum serta tim dari Puskesmas, karena mendengar cerita dari pemilik kontrakan yang menduga korban sedang isoman, yang selaras dengan keterangan pimpinan bank tempat korban bekerja yang menerangkan korban sudah 10 hari tidak masuk kerja sehingga kawan-kawannya mengantarkan makanan,” ujar Sugeng.

Masih menurut Sugeng, walaupun menduga korban adalah orang yang sedang isoman dan meninggal karena Covid-19, namun tim medis tidak melakukan test swab kepada korban, akan tetapi teman-teman korban yang pernah kontak selama korban hidup hari ini sedang ditracing, semnetara untuk tetangga kiri kanan korban akan dilakukan tracing besok atau lusa menunggu peralatan tracingnya siap.

“Jenazah sudah diantar ke Lampung Timur asal Wahyudin, dan teman–temannya hari ini sudah ditraching sedangkan tetangga kontrakannya mungkin sehari dua kedepan juga di tracing, agar memastikan kesehatan mereka, dengan demikian kita dapat mengetahui kondisi apakah mereka terpapar ataukah tidak,” tegas Sugeng. (sah/mlo)


Pos terkait