Digigit Anjing Gila, Salah Satu Korban Harus Merelakan Bagian Tubuhnya Diamputasi 

  • Whatsapp

Medialampungco.id – Dua warga Dusun Tanjung Jaya Kampung Kuta Way Kecamatan Kasui jadi korban gigitan anjing gila pada Minggu (13/12) pukul 12.30 WIB.

Kedua korban yakni seorang ibu rumah tangga bernama Sari Purwaningsih (25) dan seorang balita bernama Sri binti Eko (4).

Bacaan Lainnya


Kedua korban sempat dilarikan ke Puskesmas Kasui untuk mendapatkan penanganan medis, bahkan jari manis korban Sari Purwaningsih harus diamputasi.

“Peristiwa ini merupakan yang pertama kali terjadi di Kampung kami, dalam satu hari ini langsung ada dua korban yang tergigit yakni Sari Purwaningsih (25) dan tetangganya Sri Binti Eko (4), keduanya warga dusun Tanjung Jaya Kampung Kuta Way, bahkan Sari Purwaningsih jari manisnya yang digigit anjing gila tersebut terpaksa diamputasi,” ujar Ismail Sekretaris Kampung Kuta Way Kecamatan Kasui.

Lebih jauh, Ismail melanjutkan bahwa masyarakat memastikan anjing yang menggigit kedua korban adalah anjing gila dengan melihat gelagat dan ciri ciri pada anjing tersebut antara lain lidah menjulur, air liur terus menetes dan ekor melingkar ke bawah perut.

“Kalau dilihat dari caranya mengejar saya saya pastikan itu anjing gila, sayangnya warga yang tidak sabar langsung membunuh anjing tersebut setelah memburunya selama hampir 4 jam, ini baru saja kami tembak dan sedang kami kuburkan,” ujar Uncu, tokoh pemuda setempat.

Terpisah Nuardi Kepala kampung Kuta Way Membenarkan kejadian tersebut. Dan menyatakan kedua warganya yang menjadi korban gigitan Anjing yang disangka gila itu sudah diobati dan dibawa pulang oleh keluarganya.

“Kedua korban sudah diobati dan disuntik dengan VAR (vaksin anti rabies) di Puskesmas Kasui oleh dokter Ema, dan sekarang sudah pulang, sayangnya anjing tersebut langsung dibunuh, mestinya kami ikat dulu agar dapat memastikan anjing tersebut positif gila atau tidak, namun demikian saya meminta kepada pihak yang berkompeten agar sesegera mungkin dapat melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan yang ada di kampung kami ini,” ujar Nuardi.(wk1/mlo)




Pos terkait