Diguyur Hujan, Sejumlah Wilayah di Pringsewu Kebanjiran

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Diguyur hujan beberapa jam sejumlah wilayah di Kecamatan Pringsewu tergenang air, Selasa (15/12).

Penyebab banjir selain curah hujan yang cukup tinggi juga diperkirakan karena tak berfungsi optimalnya saluran irigasi. Hal ini ditambah lagi dengan sampah yang terbawa air menyumbat saluran air. 

Bacaan Lainnya


Hujan yang turun sekitar mulai pukul 14 lebih memang tak langsung lama dan sebentar berhenti kemudian turun lagi cukup deras. Sekitar pasar Pringsewu air meluap sampai menggenangi jalan raya.

“Hujan turun sebentar kemudian berhenti tapi ak Kana turun lagi cukup deras,” aku Bambang pedagang di pasar Pringsewu. 

Lokasi lain yang menjadi genangan akibat hujan yakni Jalan lintas barat (Jalinbar) di Jalan Jenderal Ahmad Yani, tepat di depan Dealer Yamaha, ruas jalan tertutup genangan cukup tinggi, hingga mencapai lutut orang dewasa.

Akibatnya barisan panjang kendaraan antre melintasi daerah langganan genangan air tersebut.Kemudian, ruas Jl. Jendral Sudirman dekat masjid taqwa hingga depan toko gajah Lampung Pringsewu, Jl. Jenderal Ahmad Yani, Jl. KH. Ghalib, ruas jalan di depan showroom Dewa Motor dan belakang Bank BRI Pringsewu. 

Sejumlah rumah warga yang berada di dataran rendah seperti di Pringsewu Barat dan Pringsewu Selatan juga sempat terendam air.

“Di komplek Satria Pringsewu Barat juga menggenang. Gorong gorong di jalan KH. Gholib sepertinya perlu diperbesar,” harap Wahyu, warga setempat.

Sementara itu menurut Kepala BPBD setempat Edi Sumber Pamungkas melalui 

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Pringsewu Sugeng setidaknya ada lima titik jalan yang terpantau terendam banjir. “Tapi, Alhamdulillah sudah surut semua,” jelasnya.

Sementara itu sampai pukul 22.00 WIB warga BPBD dan Banser berupaya menyedot air dari sejumlah rumah warga di Pringsewu yang tergenang air.

“Ada beberapa rumah yang terendam di belakang Apotik Kurnia, Anggota lagi membantu nyedot pakai Alkon dan PLN juga di lokasi karena kabel agak merendah,” tambah Edi Sumber Pamungkas.(sag/rnn/mlo)




Pos terkait