Dilanda Cuaca Ektrim, Jembatan Way Robok Nyaris Putus 

  • Whatsapp
Foto MLO

Medialampung.co.id – Kondisi jembatan Way Robok, yang merupkan akses alternatif penghubung  Kelurahan Waymengaku dengan Lingkungan Pantau, Kelurahan Pasar Liwa, Kecamatan Balikbukit, Kabupaten Lampung Barat kini kondisinya semakin memprihatinkan.  

Pasalnya, cuaca ekstrim yang melanda wilayah Lambar sejak beberapa pekan terakhir mengakibatkan jembatan tersebut amblas dan menyisakan kurang dari tiga meter bahu jalan, jika tidak segera mendapat penanganan dikhawatirkan nyaris putus. 

Bacaan Lainnya



”Ini awalnya kecil semakin lama semakin besar, jika tidak segera diperbaiki bisa bisa memutus jalan dan jembatan, terlebih titik amblas di titik bawah sehingga saat terjadi hujan air dari atas terus menggerus bahu jalan,” terang Ardi salah satu warga yang kerap melintasi jembatan Way Robok. 

Saat ini, kata dia, bagian bawah bahu jalan tersebut telah kosong sehingga pihak khawatir sewaktu-waktu jalan amblas semakin meluas hingga memutus bahu jalan. 

“Itu dilihat juga atasnya masih utuh tapi bawahnya sudah kosong tidak ada penyangga lagi, kalau pengguna jalan tidak tahu dan tetap melintas bisa bahaya, sehingga ini harus menjadi perhatian,” lanjutnya

Meskipun hanya sebagai jalur alternatif yang menghubungkan Kelurahan Way Mengaku dan Pasar Liwa, namun menurutnya banyak pengendara yang melintas dikarenakan jembatan tersebut akses tercepat untuk menghubungkan dua wilayah tersebut .

“Kami selaku pengguna jalan selalu was-was saat melintas apalagi jika berpapasan dengan pengendara lain, sehingga kami berharap agar pemkab setempat dapat segera melakukan penanganan,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Bina Marga Robert Putra, S.T, mendampingi kepala Dinas PUPR Ir Sudarto, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan ke lokasi guna menentukan langkah penanganan kedaruratan.

“Kami sudah melakukan peninjauan, sejauh ini masih dalam tahap perencanaan untuk penanganan darurat supaya kerusakan tidak semakin parah. Untuk sementara itu yang menjadi prioritas, karena terkait penanganan secara permanen baru akan kita usulkan di tahun 2021 mendatang,” pungkasnya.(edi/mlo)



Pos terkait