Dinas Ketahanan Pangan Sosialisasikan Keamanan PJAS

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Lampung Barat melaksanakan sosialisasi keamanan pangan jajanan anak sekolah (PJAS) ke sejumlah sekolah dasar (SD). Seperti halnya, Rabu (11/3), instansi tersebut  melaksanakan sosialisasi di SDN I Mekar Jaya Kecamatan Gedung Surian, dengan sasaran sosialisasi adalah siswa siswi SD, perwakilan dewan guru, dan pedagang kantin sekolah.

Kabid Konsumsi, Penganekaraganan, Mutu dan Keamanan Pangan Kelana Indah,  S.Hut, M.P mendampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ruspan Anwar, S.H mengatakan, tahun ini pihaknya melaksanakan sosialisasi keamanan PJAS di  10 SD di wilayah Kecamatan Sumberjaya, Way Tenong, Sekincau, Gedung Surian dan Pagar Dewa.

Bacaan Lainnya



Indah mengatakan, tujuan dilaksanakannya sosialisasi keamanan PJAS tersebut untuk mengembangkan program peningkatan konsumsi dan keamanan pangan dengan mengedukasi siswa siswi SD mengenai keamanan pangan jajanan anak sekolah. Dengan demikian diharapkan tumbuh kesadaran anak-anak untuk mengkonsumsi makanan yang sehat dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat di sekolah maupun di rumah.

 “Selain itu mengedukasi pengelola kantin untuk menjual makanan yang sehat dan aman dari bahaya cemaran, baik cemaran kimia, mikrobiologi maupun fisik. Selanjutnya membangun kerjasama antara guru, pengelola kantin dan pedagang dalam pengawasan dan penerapan keamanan pangan terutama pada saat anak berada di sekolah,” ujarnya seraya menambahkan, adapun materi sosialisasi adalah lima kunci keamanan pangan, triguna makanan, dan penerapan pola hidup bersih dan sehat di sekolah.

Dikatakannya, usia anak pada tingkat sekolah dasar merupakan masa-masa yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cukup pesat baik fisik, kognitif maupun psikososialnya. Oleh karena itu sejak dini kita berikan edukasi kepada anak-anak khusunya mengenai asupan pangan dan gizinya, baik makanan yang dikonsumsi di rumah maupun makanan jajanan di sekolah. Apalagi sekarang ini banyak sekali pangan jajanan yang beraneka ragam yang dijual di pasaran yang menggunakan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang berlebihan seperti pengawet, pewarna, perasa dan penyedap dengan sasaran konsumennya adalah anak-anak SD.

 “Dalam pertemuan itu, kami juga menyampaikan bahayanya dampak negatif dari konsumsi bahan pengawet, bahan pemanis dan pewarna yang ada pada jajanan anak sekolah. Misalnya seperti  boraks, formalin, rodamin B, yang dapat memicu munculnya risiko kanker. Penyakit itu tidak muncul seketika, tetapi mulai menimbulkan dampak beberapa tahun setelah dikonsumsi,” tegasnya.

 Diharapkan dewan guru senantiasa melakukan pembinaan dan mengidentifikasi pedagang di lingkungan sekolah termasuk pedagang yang menggunakan kendaraan secara rutin, serta memastikan bahwa makanan yang dijual adalah makanan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi. “Ini dalam rangka mendukung terwujudnya anak Lampung Barat yang cerdas dan sehat,” pungkasnya. (lusi/mlo)



Pos terkait