Dinas Ketahanan Pangan Tampilkan Produk Makanan KWT

  • Whatsapp
TAMPAK Mahasiswi ITERA Mengunjungi Stand Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perikanan Yang Memamerkan Produk Olahan Makanan dan Produk Toko Tani Indonesia (TTI) pada Ajang Liwa Fair. - Foto Doc.

Medialampung.co.id – Liwa Fair 2019 yang dipusatkan di Kawasan Sekuting Terpadu (KWT) Pekon Wates Kecamatan Balikbukit Kabupaten Lambar yang dilaksanakan Senin-Kamis (23-28/9) menjadi salah satu ajang memamerkan kekayaan alam Kabupaten Lambar, termasuk produk olahan makanan hasil pertanian.

Selain menampilkan pagelaran seni budaya daerah, juga terdapat stand dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) maupun UMKM, salah satunya dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lambar. Beragam produk olahan pangan dari hasil pertanian ditampilkan dalam pameran di stand tersebut, termasuk produk olahan makanan hasil dari pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan pangan .

Bacaan Lainnya


“Pada ajang Liwa Fair ini, kami menampilkan produk-produk makanan hasil Kelompok Wanita Tani (KWT), seperti aneka olahan pisang, aneka olahan talas, aneka olahan tomat, aneka keripik, kopi robusta, gula merah, madu, dan lain-lain,” ujar Kabid Konsumsi, Penganekaragaman Mutu dan Keamanan Pangan Kelana Indah Susilawati, S.Hut, M.P mendampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir. Rusdi, Selasa (24/9).

Selain itu, kata dia, pihaknya juga memberikan space untuk Toko Tani Indonesia (TTI) guna menampilkan produknya. “Untuk TTI produk utamanya beras namun ada juga produk lainnya seperti kopi bubuk, kopi kunyah, gula semut, gula aren, dan lainnya,” katanya.

Guna menarik pengujung, pihaknya juga menyiapkan miniatur lumbung pangan masyarakat serta aneka tanaman sayur mayur dan kolam ikan, yang melambangkan konsep optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan. “Stand kita ini bergabung dengan Dinas Perikanan, jadi ada juga produk olahan makanan yang bahannya berasal dari ikan,” ucap Indah—-sapaan  Kelana Indah Susilawati

Lanjut dia, penganekaragam konsumsi pangan merupakan upaya untuk memantapkan atau membudidayakan pola konsumsi pangan yang beranekaragam dan seimbang serta aman dalam jumlah dan komposisi yang cukup guna memenuhi kebutuhan gizi untuk mendukung hidup sehat, aktif dan produktif. Penganekaragaman konsumsi pangan akan memberikan dorongan dan insentif pada penyediaan produk pangan yang lebih beragam dan aman untuk dikonsumsi, termasuk produk pangan yang berbasis sumberdaya lokal.

“Bagi masyarakat Kabupaten Lambar yang ingin mencicipi dan melihat produk olahan makanan yang dihasilkan oleh KWT bisa mengunjungi stand Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perikanan,” pungkas dia. (lus/mlo)



Pos terkait