Dinas Perikanan Dorong Pokdakan Olah Ikan Jadi Berbagai Aneka Panganan

  • Whatsapp
Kabid Pengembangan Koleksi, Pengelolaan dan Alih Media Basuki Rahmat

Medialampung.co.id – Kabupaten Lampung Barat memiliki potensi besar di sektor perikanan air tawar,  selain di Lumbokseminung, Sumberjaya, Kebuntebu  sejumlah wilayah di kabupaten setempat kini terus mengembangkan sektor tersebut.

Melihat pembudidayaan ikan air tawar khususnya nila terus menggeliat, maka tentunya perlu adanya inovasi dan terobosan  sehingga potensi yang ada, mampu meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya.

Bacaan Lainnya



Kabid Pemberdayaan Usaha Perikanan  Dinas Perikanan Lambar Basuki Rahmat, S.Sos, M.P., mengungkapkan, jumlah produksi ikan air tawar di Lambar setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Karenanya, itu membuka peluang bagi sektor perikanan untuk bisa terus berkembang.

”Kita melihat potensi perikanan air tawar khususnya ikan  nila di Lambar  terus mengalami kemajuan, dibuktikan dengan peningkatan produksi. Karena itu  ini menjadi peluang bagi Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan *Red) untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan menjadikan ikan sebagai bahan baku berbagai aneka panganan,” ungkapnya.

Dikatakannya,  jumlah Pokdakan di Lambar pada tahun 2016 sebanyak 332, tahun 2017 sebanyak 233, tahun 2018 sebanyak 330, dan   tahun 2019  lalu  sebanyak 400 Pokdakan.

Dari data tersebut pihaknya  terus menginventarisir Pokdakan untuk memastikan Pokdakan-Pokdakan aktif, untuk kedepannya akan dilakukan pembinaan-pembinaan, bagaimana mengolah ikan menjadi berbagai aneka panganan. 

”Kami akan  memberikan pembinaan, bagaimana anggota Pokdakan bisa memulai untuk mengolah ikan menjadi fillet (irisan daging ikan tanpa sisik dan tulang), nugget, ikan asap dan lainnya, jumlah Pokdakan di Lambar cukup banyak, tahun 2019 sebanyak 400 Pokdakan, dan tentunya kami akan mendorong dan akan memberikan dukungan dengan diberikan pendampingan dan pembinaan sehingga nantinya Pokdakan betul-betul menjadi Pokdakan mandiri yang bisa meraih keuntungan lebih dibandingkan dengan menjual dalam bentuk ikan segar,” kata dia.

Menurut Basuki, ada banyak keuntungan jika Pokdakan menjual dalam bentuk berbagai aneka panganan, selain memiliki nilai ekonomis yang tinggi, tentunya makanan hasil olahan ikan mampu bertahan lebih lama, selain itu sasaran pasar juga terbuka lebar, terlebih ikan nila merupakan ikan yang cukup digemari.

”Kalau misalnya sudah diolah menjadi ikan asap, nugget atau fillet maka akan bertahan lebih lama, belum lagi nilai ekonomis yang tinggi  sehingga itu akan lebih menguntungkan ketimbang menjual dalam bentuk ikan segar,” pungkas Basuki. (nop/mlo)



Pos terkait