Dinas TPHP Waykanan Gerak Cepat Cegah Wabah PMK

Medialampung.co.id – Terkait telah dugaan diketemukannya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Mesuji dan Tulangbawang Barat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Waykanan, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Waykanan langsung bergerak cepat melakukan berbagai upaya pencegahan dengan melakukan sosialisasi dan Pemeriksaan pada  hewan ternak masyarakat yang ada di Negeri Besar yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tulang Bawang Barat. 

“Informasi dugaan adanya PMK di Mesuji dan Tulang bawang Barat itu sudah kita monitor, oleh karenanya hari ini kami sudah meluncur ke Negeri Besar, selain melakukan Edukasi dan Sosialisasi, dengan sasaran semua petugas lapangan, pelaku usaha peternakan, dan petani, kami juga melakukan pengecekan pada hewan peliharaan masyarakat, sekaligus memberikan stimulan kepada petugas berupa vitamin dan desinfektan untuk  sanitasi kandang,” ujar Ir, Maulana M. AP Kepala Dinas TPHP Waykanan,

Bacaan Lainnya


Lebih jauh Kepala Dinas yang tidak tergantikan dalam kurun waktu 2 Bupati Waykanan terakhir itu menambahkan kalau dari 2 kecamatan yang mereka datangi hari ini yakni Negeri besar dan Negara Batin pihaknya belum menemukan penyakit yang menghebohkan tersebut.

Terpisah Ropiki, S.T.P., MM., Sekretaris Dinas TPHP Waykanan menambahkan bahwa sebelumnya pihaknya sudah melakukan berbagai upaya pencegahan baik melalui Surat Edaran Bupati, membentuk Tim ULC, juga berkoordinasi dengan Polres Waykanan untuk pendampingan.

“ Hari ini Team melakukan Monitoring di Negeri Besar dan pada akhirnya nanti 15 Kecamatan yang ada di Waykanan akan kami kunjungi, karena yang kita hadapi ini sangat penting dan pencegahannya sangat Urgen,” imbuh Ropiki. 

Dalam pada itu, Hi. Rozali Usman SH, Anggota DPRD Waykanan berharap Pemkab Waykanan jangan sampai lengah akan permasalahan PMK di Bumi Ramik Ragom karena Waykanan dibelah oleh Jalan Lintas Sumatera yang dijadikan lalu lintas Kendaraan pembawa semua jenis hewan dari dan ke Pulau Jawa, dan bahkan daging sapi yang dijual di pasar pasar Tradisional Waykanan sebagian besar disuplai dari luar Waykanan, 

“Waykanan ini sangat rentan ya, sebab semua kendaraan pembawa hewan yang dari Jawa ke Sumatera melalui jalan Lintas Sumatera yang membelah Waykanan, lebih lagi daging sapi yang kita beli di pasar itu banyak dari luar Waykanan itu sudah diperiksa belum, kalau belum tolong diperiksa jangan sampai sudah ada kejadian baru ribut,” ujar Ketua DPD PAN Waykanan tersebut.(sah/mlo)


Pos terkait