Dinkes Laksanakan Monev Program TBC di Pesbar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), melaksanakan pertemuan monitoring dan evaluasi program tuberkulosis (TBC) di Pesisir Barat tahun 2019, di Gedung STIT Multazam, Pekon Rawas, Kecamatan Pesisir Tengah, Selasa (12/11).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Arfi Julizar, S. Km., mengatakan secara global Indonesia telah menyatakan komitmennya dalam menanggulangi Tuberkulosis (TBC), dimana Target Program Nasional Penanggulangan TBC sesuai dengan target eliminasi global adalah Eliminasi TBC pada tahun 2030 dan Indonesia bebas TBC tahun 2050.

Bacaan Lainnya



“Eliminasi TBC adalah tercapainya cakupan kasus TBC satu per satu juta penduduk. Dari berbagai kemajuan kegiatan penanggulangan TBC di Provinsi Lampung, maka permasalahan utama hingga saat ini adalah masih kurangnya capaian penemuan kasus di masyarakat,” kata dia.

Dijelaskannya, hal itu disebabkan oleh belum optimalnya pelaksanaan program TBC, belum memadainya tata laksana TBC di fasilitas pelayanan kesehatan, masih kurangnya keterlibatan lintas program dan lintas sektor, belum semua masyarakat dapat mengakses layanan TBC.

“Selain itu, meningkatnya jumlah kasus TBC Resisten Obat, dan ditambah lagi besarnya masalah kesehatan lain yang bisa berpengaruh terhadap risiko terjadinya TBC,” jelasnya.

Sementara itu, di samping permasalahan tersebut, ternyata penanggulangan TBC di Kabupaten Pesisir Barat masih mengalami kesulitan dalam hal penemuan dan pengobatan. Hal ini terlihat dari masih rendahnya capaian Penemuan Kasus TBC.

“Saat ini terobosan terbaru untuk melakukan diagnosis TBC sudah diterapkan oleh layanan kesehatan di berbagai negara di dunia yang disebut dengan tes cepat molekuler (TCM),” terangnya.

Menurutnya, tes cepat molecular mampu menggantikan metode mikroskopis sehingga diagnosis TBC menjadi lebih cepat dan akurat. Pada saat ini Kabupaten Pesisir Barat telah menerima mesin TCM yang ditempatkan di RSUD KH. Muhammad Thohir.

“Dengan adanya mesin TCM tersebut, diharapkan diagnosis TBC dapat dilakukan dengan cepat dan akurat sehingga dapat meningkatkan angka penemuan dan meningkatkan keberhasilan pengobatan Tuberkulosis di Kabupaten Pesbar,” ujarnya.

Dirinya berharap, agar Kepala UPT Puskesmas serta Direktur Rumah Sakit sebagai ujung tombak pemangku kebijakan di Puskesmas dan Rumah Sakit dapat mengerahkan tenaga dan fikirannya pada Kegiatan Percepatan Eliminasi TBC sehingga target dapat tercapai.

“Saya berharap semua petugas kesehatan bisa lebih maksimal dalam melaksanakan kegiatan eliminasi TBC di wilayah Puskesmas masing-masing, sehingga target penemuan kasus TBC bisa tercapai,” pungkasnya. (yog/d1n/mlo)



Pos terkait