Dinkes Lampung Verifikasi ODF di Pesbar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tim Verifikasi Open Defication Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan (BABS) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung sejak dua hari terakhir melaksanakan verifikasi ODF di Kabupaten Pesisir barat (Pesbar).

Terdapat 19 Pekon dari 10 kecamatan di Kabupaten Pesbar yang mengikuti verifikasi ODF tersebut, hari pertama ada 12 pekon yang menjalani verifikasi, dan di hari kedua tujuh pekon.

Bacaan Lainnya

Kadiskes Pesbar, Tedi Zadmiko S. Km, mengatakan 19 pekon yang mengikuti penilaian verifikasi ODF oleh Dinkes Provinsi itu telah melalui tahapan verifikasi serupa di tingkat Puskesmas dan Kabupaten.

“Dari hasil penilaian di tingkat kabupaten, ada 19 pekon yang dinyatakan layak untuk mengikuti penilaian verifikasi ODF tingkat Provinsi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung,” kata dia.

Dijelaskannya, ke-19 pekon itu tersebar di delapan kecamatan yang ada di wilayah setempat diantaranya, Pekon Padang Rindu dan Pekon Kerbang Dalam di Kecamatan Pesisir Utara, Pekon Menyancang di Kecamatan Karyapenggawa, Pekon Gunung Kemala dan Pekon Gunungkemala Timur di Kecamatan Way Krui, Pekon Way Redak dan Pekon Kampung Jawa di Kecamatan Pesisir Tengah.

“Lalu, Pekon Padang Haluan, Pekon Mandiri Sejati dan Pekon Way Suluh di Kecamatan Krui Selatan, Pekon Pelita Jaya dan Pekon Tanjung Setia di Kecamatan Pesisir Selatan, Pekon Sukabanjar dan Pekon Gedungcahya Kuningan Kecamatan Ngambur, Pekon Bandar Jaya dan Pekon Negeri Ratu Kecamatan Ngaras, kemudian Pekon Tanjung Jati dan Tanjung Sakti di Kecamatan Lemong, dan Pekon Pemerihan di Kecamatan Bengkunat,” terangnya.

Dijelaskannya, pelaksanaan verifikasi ODF yang dilaksanakan oleh Dinkes Provinsi Lampung tersebut sekaligus sekaligus penetapan pekon yang dinyatakan ODF pada tahun ini, dengan begitu pihaknya berharap semua pekon dinyatakan lulus verifikasi.

“Pada hari pertama ada 12 pekon telah selesai melalui tahapan verifikasi dan semuanya dinyatakan lulus meski terdapat sedikit catatan dari tim verifikasi dan masih bisa dilakukan perbaikan, pada hari kedua ini kita harapkan pekon lainnya bisa lulus juga,” jelasnya.

Ditambahkannya, terdapat sejumlah indikator penilaian yang menjadi dasar penilaian pekon itu lulus verifikasi ODF salah satunya warga yang ada di pekon tersebut harus sudah memiliki jamban di masing-masing rumah.

“Ada 95 persen masyarakat di 19 pekon itu telah memiliki water closet (WC) yang menjadi salah satu unsur penilaian utama, kita berharap 19 pekon itu dinyatakan bebas buang air besar sembarangan,” tandasnya. (ygi/d1n/mlo)

Pos terkait