Dinkes Maksimalkan Penanggulangan Krisis Kesehatan Saat Bencana

  • Whatsapp

Medialampung.co.id Dinas Kesehatan (Dinkes), Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), melaksanakan pertemuan dengan seluruh Kepala Puseksmas terkait peningkatan kapasitas Puskesmas dalam penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana, di gedung STIT Mulatazam, Rabu (13/11).

Kabid Pelayanan Kesehatan dan Sumberdaya Kesehatan, Hudri, S. Km., mengatakan Kabupaten Pesbar merupakan salah satu kabupaten yang rawan terjadi bencana, seperti banjir, longsor, angin puting beliung, bahkan bencana alam lainnya seperti gempa bumi dan tsunami.

Bacaan Lainnya



“Akibat bencana alam tentu saja yang paling merasakan dampaknya adalah korban yang terkena imbas langsung di lokasi. Dampak krisis saat terjadinya bencana adalah keselamatan dan kesehatan korban,” kata dia

Dijelaskannya, penyakit-penyakit yang rentan menjangkit pasca bencana yakni infeksi saluran pernapasan akut, diare dan gangguan kulit. Dengan minimnya air bersih serta udara di pengungsian yang kurang sehat, sangat mungkin menyebabkan permasalahan kesehatan jangka panjang bagi para korban bencana.

“Terlebih lagi bisa terjadi lonjakan penyakit yang spesifik di beberapa kondisi, seperti leptospirosis dalam bencana banjir. Secara psikis, gangguan mental dapat terjadi seandainya tidak ada perawatan dan pengasuhan jiwa yang memadai untuk mengobati trauma karena menjadi korban bencana,” jelasnya.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap seluruh kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan di setiap Puskesmas bisa lebih siap dalam menanggulangai krisis kesehatan apabila saat terjadi bencana alam.

“Kita tidak tahu kapan bencana alam itu akan terjadi, akan tetapi kita harus siap melalui Puskesmas dan tenaga kesehatan yang ada, sehingga masalah kesehatan saat terjadi bencana alam bisa ditanggulangi,” terangnya.

Selain kesiapan petugas kesehatan menghadapi bencana alam, konflik sosial juga kerap menimbulkan korban, karena itu petugas kesehatan selain siap dalam menghadapi bencana alam juga haru siap dalam menghadapi koflik sosial.

“Petugas kesehatan harus lebih maksimal lagi dalam menanggulangai masalah kesehatan saat terjadi bencana, dengan harapan bencana alam tidak menimbulkan adanya korban jiwa,” pungkasnya. (yog/d1n/mlo)



Pos terkait