Dinsos Lambar Salurkan 520 Paket Bantuan Sembako untuk Warga Isoman 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lampung Barat kembali menyalurkan paket sembako untuk warga yang terpapar Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan menjalani isolasi mandiri (Isoman).

Kali Ini penyalurannya sebanyak 520 paket, rinciannya Sumberjaya 30 paket, Gedungsurian 43 Paket, Kebuntebu 48 paket, Airhitam dua paket, Waytenong 73 paket, Sekincau 18 paket. Pagardewa 51 paket, Batuketulis tujuh paket.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya Belalau 30 paket, Batubrak 54 paket, Balikbukit 44 paket, Sukau 18 paket, Lumbokseminug enam paket, Bandarnegeri Suoh empat paket dan Suoh 81 paket, dan khusus untuk Kecamatan Suoh ada 34 paket untuk korban gajah. 

Kabid Bantuan dan Rehabilitasi Sosial pada Dinsos Lambar Fathan mengungkapkan, bantuan sembako yang dibagikan tersebut juga akan diterima oleh warga yang menjalani Isoman lainnya di 14 kecamatan lainnya.

Namun kata Fathan, tidak semua pasien Covid-19 menerima Buffer Stok karena ada prosedur yang harus dilalui. Makanya jumlah yang sudah disalurkan tidak sama dengan angka terkonfirmasi Covid-19 selama 2021.

”Prosedur penyaluran Buffer Stock, kata dia, harus ada usulan dari peratin atau kepala desa dan diketahui camat yang didasari oleh surat pemberitahuan dari Puskesmas kepada peratin yang menyatakan bahwa adanya warga yang suspect atau terpapar Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri,” ungkap Fathan mendampingi Kepala Dinsos Lambar Hi. Jaimin.

Dijelaskan, Buffer Stock tersebut berupa beras, mie instan, telur dan bahan makanan lainnya dengan sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten yang terkemas dalam anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT).

“Selagi ada usulan dari peratin dan diketahui camat dan ketersediaan masih ada akan kami upayakan. Jangan salah informasi, bantuan ini dari dinas sosial, berbeda dengan bantuan dari pekon,” ujarnya.

Untuk diketahui, selama 2021 Dinsos telah mendistribusikan sebanyak lebih dari 1.000 Buffer Stock untuk pasien Covid-19 dan masyarakat yang terkena bencana seperti banjir, longsor, kebakaran, dan lainnya. (nop/mlo)


Pos terkait