Dinsos Pesbar Gelar Rakor Penyaluran Bansos Sembako

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), melalui Dinas Sosial (Dinsos), melaksanakan rapat koordinasi Percepatan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) non tunai Sembako, di Lamban Joglo, Pekon Seray, Kecamatan Pesisir Tengah.

Hadir dalam kesempatan itu, Sekkab Pesbar Ir. N. Lingga Kusuma, M.P., Wakapolres Lambar Kompol Poeloeng Arsa Sidanu, Kadis Sosial Agus Triyadi, S.Ip., sejumlah kepala OPD, perwakilan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK).

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Lingga Kusuma., mengaku kegiatan itu dilaksanakan untuk mensosialisasikan Peraturan Menteri Sosial No.5/2021 tentang Program Bansos Sembako, sekaligus menyampaikan surat edaran Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tentang pengelolaan program sembako di daerah.

“Kita diminta untuk mengoptimalkan bansos non tunai di kabupaten ini, salah satunya terkait penyaluran Bansos Sembako di kabupaten ini agar lebih maksimal lagi,” kata dia.

Selain itu, dalam pelaksanaan penyaluran kartu keluarga sejahtera (KKS), hingga kini belum berjalan dengan maksimal karena itu pihaknya meminta kepada Himbara agar dapat memaksimalkan penyaluran KKS ke keluarga penerima manfaat (KPM) Bansos Sembako.

“Masyarakat rentan miskin dan miskin juga masih banyak yang belum terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial, karena itu usulan agar warga yang seharusnya menerima bantuan itu dapat diupayakan masuk ke DTKS,” tandasnya.

Sementara itu, Kadis Sosial Agus Triyadi, mengatakan pelaksanaan penyaluran Bansos Sembako itu, KPM dapat langsung melakukan penebusan melalui E-Warong yang tersebar di seluruh kecamatan di kabupaten setempat.

“Saat ini jumlah E-Warong di Kabupaten Pesbar terdapat 40 unit yang tersebar di 11 kecamatan dengan rincian Kecamatan Lemong lima, Pesisir Utara tiga, Pulau Pisang satu, Karyapenggawa tiga, Way Krui dua, Pesisir Tengah tiga, Krui Selatan satu, Pesisir Selatan lima, Ngambur empat, Ngaras dua dan Bangkunat 10,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini keberadaan E-Warong belum tersebar diseluruh pekon, karena itu saat penyaluran bantuan masih sering terjadi antrian karena, sedangkan di tengah pandemi ini kerumunan sebisa mungkin harus dihindari.

“Dalam penyalurannya banyak E-Warong yang tidak bisa menyiapkan komoditi secara mandiri, sehingga masih mengandalkan pihak ketiga, serta adanya wilayah blank spot atau tidak ada sinyal telekomunikasi sehingga mempengaruhi proses penyaluran Bansos itu,” ujarnya. (ygi/d1n/mlo)

Pos terkait