Direktorat SD Kemendikbud-LPMP Lampung Monitoring Pelaksanaan ANBK Tingkat SD di Lambar 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Direktorat Sekolah Dasar (SD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Lampung didampingi Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lambar Seno Susanto melakukan monitoring pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun 2021 yang digelar di SMPN 2 Liwa dan SMPN Sekuting Terpadu, Senin (15/11)

Untuk Kabupaten Lambar, terdapat sebanyak 4.079 siswa SD yang terbagi kedalam empat gelombang yaitu gelombang I,II,III dan gelombang IV mengikuti ANBK. 

Bacaan Lainnya

“Hasil monitoring kita di sejumlah sekolah untuk pelaksanaan ANBK tingkat SD berjalan lancar,” kata Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Seno Susanto mendampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulki Basri, Senin (15/11)

Menurut dia, pelaksanaan ANBK tingkat SD dibagi empat gelombang, yaitu gelombang I dan II dilaksanakan selama empat hari yaitu Senin-Kamis (15-19/11) sedangkan gelombang III dan IV akan dilaksanakan pada Senin-Kamis (22-25/11) mendatang. 

“Mengingat rata-rata sekolah dasar belum ada fasilitas lengkap, seperti jaringan internet dan komputer maka pelaksanaan ANBK ada yang menumpang di SMP,” kata dia.

Menurut dia, Asesmen Nasional adalah program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan atau Kebudayaan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses dan output pembelajaran di seluruh Satuan Pendidikan. 

“Asesmen Nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid,” tegasnya.

Asesmen Nasional ini dilaksanakan dalam tiga instrumen utama yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (Literasi, Numerasi), survei karakter dan survei lingkungan belajar. 

“Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran,” pungkas dia. (lus/mlo)

Pos terkait