Dirut BPRS Rajasa Dicopot, Karena Target Laba Tak Tercapai?

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Diduga tidak mencapai target laba, Direktur Utama Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Rajasa yang merupakan BUMD Lampung Tengah Sofian dicopot dari jabatannya. Posisinya digantikan Herwanto yang sebelumnya direktur operasional BPRS Rajasa.

“Maaf Pak, saya sudah tidak di Rajasa lagi sejak  28 Desember 2020,” kata Sofian via WhatsApp.

Bacaan Lainnya


Ketika dihubungi, Sofian menyatakan diberhentikan setelah RUPS di Nuwo Balak. “Ya, sejak RUPS. Ketika kita ketemu di Nuwo Balak,” ujarnya.

Ditanya alasan pemberhentian, Sofian mengaku tidak tahu. “Ya, nggak tahu. Itu keputusan para pemegang saham. Kalau masalah kontrak kerja belum selesai saat diberhentikan,” ungkapnya yang mengaku tidak bekerja lagi.

Diketahui laba Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Rajasa yang merupakan BUMD Lampung Tengah tidak mencapai target. Hal ini diungkapkan Direktur Utama BPRS Rajasa Sofian usai RUPS di Nuwo Balak beberapa waktu lalu

Sofian menyatakan pihaknya sudah berusaha maksimal meningkatkan laba. “Kita sudah usaha maksimal. Tapi ya sekarang ini masa sulit dampak pandemi Covid-19,” katanya.

Ditanya target laba, Sofian menyatakan ditarget Rp3 miliar. “Target laba Rp3 miliar. Tapi hingga 22 Desember 2020, laba kotor BPRS Rajasa Rp2.697.894.345,10. Kalau laba bersih setelah dipotong pajak dan pembiayaan lainnya, perkiraan kita sekitar Rp2,5 miliar,” ujarnya.

Terkait aset BPRS Rajasa, kata Sofian, Rp50 miliaran. “Kalau aset kita sekarang ini sekitar Rp50 miliar. Kalau aset yang ada ada dalam neraca Rp60.953.581.037,37. Dari dana ini Rp11,952 miliar dana untuk UMKM,” ungkapnya.

Terkait hal ini, Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto mengakui target laba tidak tercapai. “Dampak Covid-19. Makanya target laba tak tercapai. Kita harus sama-sama memakluminya,” katanya singkat. (sya/mlo)




Pos terkait