Disbunnak Bangun Dua Rumah Produksi Kopi untuk KWT 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Lampung Barat tahun ini membangun dua unit rumah produksi untuk mendukung kegiatan usaha produksi kopi yang digeluti oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) di Pekon Bedudu, Kecamatan Belalau dan Pekon Sukabumi Kecamatan Batubrak. 

Kepala Disbunnak Lambar Agustanto Basmar S.P M.Si., menjelaskan bahwa adanya program bantuan pemerintah pusat dalam hal ini Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian Republik Indonesia (RI) itu dalam rangka mendukung kegiatan KWT dalam pengolahan kopi di sisi ilir. Untuk itu, melalui bantuan tersebut diharapkan dapat mewujudkan kemandirian usaha untuk kesejahteraan masyarakat.

Bacaan Lainnya



“Jadi harapan kami para KWT ini dapat memproduksi kopi bubuk yang bermutu dengan menampung biji kopi yang berkualitas baik dari anggota kelompok maupun masyarakat di lingkungan sekitar. Sehingga dengan adanya program ini dapat meningkatkan aktivitas kelompok dan tentunya kita berharap dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” ungkap dia. 

Bahkan, selain membangun rumah produksi, pihaknya juga akan mendukung penyediaan sarana prasarana atau alat pendukung kegiatan produksi kopi, termasuk pelatihan dalam pengoperasian alat pengolahan kopi guna menghasilkan kualitas yang optimal.

“Ketika kegiatan usaha ini anti sudah berjalan, akan kita fasilitasi juga untuk mem-patenkan produk yang mereka miliki. Jadi nanti kita minta mereka menentukan merk, kemudian kita bantu pengurusan izin usaha sampai dengan promosi,” imbuhnya.  

Menurutnya, sebagai salah satu komoditas andalan Kabupaten Lampung Barat, komoditas Kopi menjadi salah satu sasaran dalam Program pemerintah. Terlebih Komoditas kopi Lampung yang telah merambah pangsa pasar internasional terutama kopi jenis Arabika layak untuk mendapatkan perhatian pemerintah.

“Program ini sebagai sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam membantu petani kopi untuk meningkatkan kapasitas produksinya, kita berharap program-program peningkatan produksi kopi mendapat dukungan penuh dari masyarakat mulai dari petani yang berkomitmen melakukan perawatan untuk menghasilkan mutu biji kopi yang maksimal begitupun dengan para pengusaha yang terus mendukung kegiatan pemasaran,” pungkasnya.(edi/mlo)



Pos terkait