Disbunnak Berkunjung ke Kebun Petani Kopi di Pekon Sukajaya 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sebagai tindak lanjut  pelepasan klon Kopi Robusta Korolla 1-4, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Lambar melakukan kunjungan ke kebun Nasrun salah satu petani kopi  di Pemangku Talang Bodong Pekon Sukajaya Kecamatan Sumberjaya, Selasa (23/6)

“Hari ini kita berkunjung ke kebun bapak Nasrun di Pekon Sukajaya. Kunjungan ini bertujuan untuk melanjutkan pengembangam klon kopi yang telah dilepas Menteri Pertanian RI. Diharapkan melalui upaya ini langkah meningkatkan produktivitas kopi melalui klon unggul lokal dapat 2 ton per hektar per tahun dapat terwujud,” ujar Kepala Disbunnak Agustanto Basmar, S.P, M.Si, Selasa (23/6)

Bacaan Lainnya



Kata dia, bapak Nasrun adalah pemilik pohon induk terpilih klon Kopi Robusta unggul lokal Lampung Barat Korolla 1-4.

“Dalam kunjungan itu, kami berdiskusi  dengan bapak Nasrun dan kami memiliki kepuasan tersendiri. Bagi kami jajaran Disbunnak Lampung Barat, selalu menyempatkan diri untuk belajar dan belajar tanpa melihat status atau gelar akademis sang guru, agar transfer pengetahuan dan teknologi budidaya kopi dapat diterima petani,” ucapnya.

Lanjut dia, pihaknya berharap target peningkatan produktivitas 2 ton/Ha/tahun kopi robusta Kabupaten Lampung Barat harus terus dikejar demi kesejahteraan petani. 

“Harapan kami petani mulai ikut budidaya kopi dengan memanfaatkan teknologi perbenihan, pemupukan dan pemangkasan untuk meningkatkan produksi menuju 2 ton. Kita harus berubah dari tradisional menuju pemanfaatan iptek. Tentu harus bekerja keras  untuk berubah,” kata Agustanto seraya menambahkan, pihaknya siap memberikan bimbingan dan pendampingan bagi petani kopi di Kabupaten Lambar.

Sekadar diketahui, pada tahun 2018 produksi kopi di Provinsi Lampung mencapai 110.570 ton, dari jumlah tersebut Kabupaten Lambar memiliki kontribusi untuk Provinsi Lampung khususnya kopi robusta mencapai 47,55 persen atau 52,572 ton.

Itu artinya kontribusi Kabupaten Lambar untuk kopi sangat tinggi bagi Provinsi Lampung. (lus/mlo)



Pos terkait