Disbunnak Kirim 12 Calon Trainer Sekolah Kopi ke Bandung

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sekolah kopi yang dipusatkan di Pekon Sukajaya Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Lambar tahun ini akan diresmikan dan dioperasionalkan. Guna mendukung beroperasinya sekolah kopi tersebut, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) mengirimkan 12 orang calon trainer ke 5758 Coffee Lab Bandung Provinsi Jawa Barat, untuk mengikuti pelatihan, Selasa-Rabu (17-18/3).

“Sebanyak 12 orang calon trainer sekolah kopi yang kita kirim tersebut merupakan pemuda-pemudi di Kabupaten Lambar yang berkaitan dengan usaha kopi,” kata Kepala Disbunnak Agutanto Basmar, S.P, M.Si di Ruang Kerjanya, Rabu (18/3).

Bacaan Lainnya


Kata dia, selama mengikuti pelatihan calon trainer sekolah kopi tersebut mendapatkan materi tentang Green Grading dan Cupping Pro dari pihak 5758 Coffee Lab  Bandung. “Mereka kita persiapkan untuk menjadi pelatih di sekolah kopi .  Tahun ini kita siapkan untuk hilirnya dulu yaitu Green Grading dan Cupping Pro kemudian tahun depan baru ke budidayanya,” ungkap Agustanto

Untuk sekolah kopi, kata dia, pihaknya tahun ini rencananya akan membuka tiga kelas dan per kelas terdiri dari  12 orang peserta. “Sekolah kopi di Kabupaten Lambar akan diresmikan pada Juli mendatang, ujar dia.

Lebih jauh dia mengatakan, manfaat pembangunan sekolah kopi, selain sebagai upaya peningkatan pengetahuan petani kopi, juga sebagai upaya untuk menggerakan pariwisata perkebunan kopi, serta pusat informasi kopi robusta Lambar.

“Jadi sekolah kopi ini bukan hanya tempat pelatihan bagi petani saja, akan tetapi banyak yang diharapkan dengan adanya keberadan sekolah kopi. Artinya memiliki banyak manfaat baik dari segi perekonomian maupun kesejahteraan petani,” kata dia.

Masih kata dia, keberadaan sekolah kopi bukan hanya semata-mata hanya sebagai tempat pelatihan petani dan masyarakat saja akan tetapi sebagai etalase kopi robusta di Kabupaten Lambar, terlebih Kabupaten Lambar merupakan daerah pengjhasil kopi robusta terbesar di Provinsi Lampung. “Pembangunan sekolah kopi tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Jadi sekolah kopi ini bukan hanya semata-mata hanya pelatihan petani atau masyarakat saja tapi sebagai etalase kopi robusta di Lambar,” kata dia.

Seraya menambahkan, dengan adanya sekolah kopi ini diharapkan nantinya menjadi pusat penelitian, pelatihan, dan edukasi komoditas kopi dan juga diharapkan menjadi sarana promosi kopi dan turunannya, serta mengembangkan potensi pariwisata guna mewujudkan kesejahteraan petani dan penggiat kopi di Lambar. (lusi/mlo)




Pos terkait