Disbunnak Lambar Adakan Bincang Kopi “Panen Raya di Tengah Pandemi” 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Lambar bersama 21 petani Milenial serta  IKM UKM kopi dan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan melakukan bincang kopi dengan Tema  “Panen Raya di Tengah Pandemi” di Kampung Kopi Pekon Rigisjaya Kecamatan Airhitam, Selasa (9/6).

Bincang kopi tersebut dilakukan melalui Zoom Meeting dengan menghadirkan narasumber  Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung Ir. Ediyanto, M.Si, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Lambar Agustanto Basmar S.P, M.Si, Dosen Ekonomi Unila Dr. Ayi Ahadiat, S.E, MBA, Pengamat Kopi Bank Indonesia  Dr. Usep Saifudin, S.E, M.S.Akt serta  dimoderatori oleh Kabid Perkebunan Disbunnak Lambar Sumarlin, S.P, M.P.

Bacaan Lainnya



Diskusi dimulai pukul 10.00-12.00 WIB, diskusi berjalan sangat interaktif dan konstruktif demi kesejahteraan petani kopi di Lampung, serta tetap mematuhi protokol kesehatan. 

Dalam diskusi tersebut Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung Ediyanto menyampaikan bahwa Pemprov Lampung sangat mengapresiasi diskusi semacam ini demi tercapainya produksi 4 ton/hektar yang telah ditargetkan Gubernur Lampung.

Sementara Pengamat kopi Bank Indonesia Dr.Usep mengungkapan ketersediaan pasar terhadap kopi robusta sangat potensial baik itu pasar dalam negeri maupun dalam negeri, dan tugas kita bersama adalah menghasilkan produk yang berdaya saing dan unggul

Dr. Ayi  Ahadiat Dosen Ekonomi Unila  lebih melihat tentang peningkatan konsumsi kopi oleh masyarakat dunia dan khususnya di Indonesia, Lampung Barat sebagai salah satu produsen kopi robusta di Indonesia idealnya dapat menjawab peluang ini dengan peningkatan produksi dan juga peningkatan kualitas mutu kopi.  

Dr. Ayi mendorong adanya diskusi untuk peningkatan marketing strategi dan industri tips melalui perdagangan digital untuk lebih dibesarkan kedepan.

Hal ini diharapkan dapat mendongkrak market pasar lokal di masa panen kopi yang akan mencapai produktivitas rata rata Lambar 1,2 ton per hektar lebih di masa Covid-19 ini dan kedepannya.

Selain itu juga Dr Ayi meminta agar kopi robusta Liwa Lampung Barat ada yang mengendorsnya, serta paket wisata edukasi budidaya dan pengolahan kopi, serta mendorong minum kopi sebagai lifestyle masyarakat agar konsumsi kopi lokal meningkat

Dilain pihak, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Lambar Agustanto Basmar mengatakan bahwa salah satu cara peningkatan produksi kopi adalah dengan optimalisasi penyuluhan yg inovatif, penyuluh diharapkan tidak hanya menyampaikan tentang teknik budidaya yang baik, jauh lebih dari itu, penyuluh harus bisa merubah perilaku petani agar produktif dan inovatif dengan pendekatan psikologis. 

“Kedepan tenaga penyuluh perlu dibekali tidak hanya mengetahui terkait kopi, tapi juga pengetahuan tentang psikologi bahkan hipnoterapi agar memudahkan proses pendampingan petani menjadi lebih sejahtera,” ungkap Agustanto.

Kabid Perkebunan Sumarlin menjelaskan, berbagai saran dan masukan juga disampaikan oleh beberapa petani kopi milenial dan penggiat UKM kopi di Lampung Barat, seperti Ratu Luwak, Raja Luwak dan Mang Encah

Beberapa informasi masukan para pemateri antara lain upaya peningkatan produktivitas kopi, anjuran peningkatan mutu kopi dengan budaya petik merah,  diversifikasi komoditi sebagai sumber pendapatan lain petani kopi, mendorong penguatan pasar kopi lokal seperti UKM/IKM kopi, adanya kemudahan permodalan bagi petani kopi.

Selain itu memacu peningkatan konsumsi kopi masyarakat serta peningkatan kapasitas tenaga penyuluh,  petani, dan pendamping petani kopi

“Harapannya kegiatan ini akan memberikan masukan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan volume perdagangan kopi baik lokal maupun internasional di masa panen raya kopi saat pandemi tahun ini,” ucap Sumarlin.

Lanjut dia, beberapa masukan peserta baik melalui media zoom meeting maupun yang hadir agar pemerintah provinsi maupun kabupaten dapat memfasilitasi promosi kopi bermutu di pasar eropa, dan untuk meningkatkan pasar lokal UKM/IKM kopi diperkuat permodalan untuk membeli kopi petik merah petani lebih baik.

“Petani juga diharapkan mengenali kebunnya sehingga dapat meningkatkan produktivitas melalui pemeliharaan yang baik seperti pemangkasan,  penyambungan,  pemupukan dan penyiangan yang ramah lingkungan,” pungkas Sumarlin. (lus/mlo)



Pos terkait