Disbunnak Lambar Apresiasi Keberhasilan Kopista Dalam Membina Petani Kopi 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Lampung Barat Ir. Nata Djudin optimis perkembangan perkebunan kopi di Lambar terus membaik dalam pengelolaan untuk peningkatan hasil. 

Hal itu disampaikan pihaknya saat Disbunnak Lambar mendampingi Kopista Indonesia, Kabupaten Lambar meninjau perkebunan kopi binaan Kopista Lambar milik Nurrohim Pekon Mekarsari, Kecamatan Pagardewa.

Bacaan Lainnya

Yang pada musim ini, ditengah semua hasil kopi anjlok kebun miliknya binaan Kopista Lambar mampu menghasilkan buan antara satu hingga satu setengah kilogram setiap batang. 

“Saya menyaksikan sendiri kondisi kebun kopi dengan program pemeliharaan yang disarankan rekan kopista Lambat dengan hasil yang memuaskan,” terangnya.

Karena itu Nata Djudin mengajak semua pihak termasuk pelaku dan pemerhati perkembangan kopi lambar dapat bersama-sama mengetuk telurkan dengan petani lain tata kelola perkebunan kopi yang lebih baik lagi untuk peningkatan kwalitas dan kwantitas. 

“Dengan begini tentunya tinggal program pemerintah, bagaimana mensinergikan sistem pengelolaan kopi yang basi kepada petani,” imbuhnya. 

Sementara dikatakan penggerak Kopista Lambar Irwansyah, SP, bersama Supriyono, ST dan Karjo Matajat. Kopista Indonesia adalah gerakan mandiri. Seperti untuk Kopista Indonesia wilayah Lampung Barat dalam lima tahun terakhir mencari solusi peningkatan produktivitas kopi robusta khususnya dengan fokus terhadap produktivitas kebun kopi masyarakat agar mencapai hasil minimal Dua ton green bean per hektar per tahun. Dengan visi menjadikan Lampung Barat sebagai kiblat kopi robusta nasional.

Dikatakan Irwansyah yang juga mantan anggota legislatif (Aleg) Lambar tersebut, penelitian yang lakukan Kopistan Indonesias Kabupaten Lambar dilapangan, ada tiga faktor utama yang dapat mempercepat peningkatan produktivitas kopi.

Pertama pemangkasan tepat waktu dan sasaran, kedua pemupukan tepat waktu dan dosis, dan ketiga penyiapan (suksesi) ranting produksi yang tepat tempat dan jumlah 

“Sejak satu tahun lalu kami memberikan bimbingan terhadap Sepuluh kelompok petani kopi mulai dari Kecamatan Kebuntebu hingga Lombokseminung. Dan beberapa petani dapat mencapai produksi lebih dari tiga ton per hektar yaitu antara lain Andriyanto di Pekon Sukamulya dan Nurrokhim di Pekon Mekarsari,” ungkapnya. (r1n/mlo)


Pos terkait