Disbunnak Lambar Gelar Bimtek Pendeskripsian dan Pendaftaran Klon Unggul Lokal Kopi 

Medialampung.co.id – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Lambar menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Pendeskripsian dan Pendaftaran Klon Unggul Lokal Kopi Lampung Barat di Sekolah Kopi, Kecamatan Sumberjaya, Selasa (15/2).

Kegiatan yang dibuka Kepala Disbunnak Kabupaten Lambar Yudha Setiawan, S.I.P itu menghadirkan nara sumber dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Lampung Rr Ernawati MTA (Peneliti) dan Agung Lasmono, S.P, MSi (Peneliti), dan peserta sebanyak 20 petani kopi dan lima aparatur sipil negara (ASN) di Disbunnak. 

Bacaan Lainnya


Dalam sambutannya, Kepala Disbunnak Yudha Setiawan mengungkapkan, Kabupaten Lampung Barat merupakan kabupaten dengan luas wilayah 2.064, 40 km2 dengan 61,5% merupakan kawasan hutan, sedangkan luas lahan perkebunan di Lampung Barat yaitu 66.159 hektar. “Sektor perkebunan merupakan sektor yang cukup penting bagi perekonomian Kabupaten Lampung Barat, melalui sumbangsih sektor perkebunan terhadap pendapatan perkapita Kabupaten Lampung Barat dengan jumlah petani perkebunan mencapai 51.037 jiwa,” ungkap Yudha.

Dikatakannya, adapun salah satu komoditas unggulan Kabupaten Lampung Barat adalah kopi robusta yang dituangkan dalam SK Bupati Nomor B/336-KPTS/III.2/2014 tentang Produk Unggulan Daerah Kabupaten Lampung Barat (PUD) yang menjadikan Kopi sebagai Produk Unggulan Daerah.

Usaha tani kopi robusta merupakan kekuatan ekonomi terbesar di Kabupaten Lampung Barat dengan kontribusi PDRB sub sektor perkebunan terhadap sektor pertanian sebesar 13% dan mampu mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, sektor industri maupun sektor pariwisata di Lampung Barat

Saat ini, lanjut Yudha, terdapat 4 klon unggul lokal (korolla) telah diakui keunggulannya melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian nomor 35-38/KPTS/KB.020/2/2019 Tanggal 1 Februari 2019. Adapun keempat klon unggul lokal tersebut, yaitu Korolla 1 alias KlonTuguKuning, Korolla 2 alias KlonTugu Hijau, Korolla 3 alias Klon Lengkong, serta Korolla 4 alias Klon Bodong Jaya

“Saya punya keyakinan bahwa masih banyak klon unggul lokal lain yang dimiliki oleh bapak bapak sekalian, karena Lampung Barat memiliki potensi dalam menghasilkan klon klon unggul lainnya jika dilihat dari sisi geografis, kesuburan tanah dan agroklimat. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan hari ini melaksanakan Bimtek Pendeskripsian dan Pendaftaran Klon Unggul Lokal,” tegasnya.

Tujuan dilaksanakannya Bimtek ini antara lain yakni meningkatkan kemampuan petani kopi Lampung Barat dalam mendeskripsikan klon kopi yang ada di kebun kopi masing masing petani, mendorong agar para petani Kopi Lampung Barat mendaftarkan klon unggul lokal masing masing kebun tersebut sehingga bisa dilepas oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia sebagai klon unggul daerah. Selain itu, tujuannya untuk memfasilitasi petani pemilik klon unggul lokal untuk mendaftarkan menjadi penangkar benih bersertifikasi.

“Apabila bapak bapak telah menjadi penangkar benih tersertifikasi maka pembeli benih kopi se Indonesia akan menjadi konsumen bapak bapak semua dan pasti akan meningkatkan pendapatan bapak bapak semua,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Perkebunan yang juga Ketua Pelaksana Kegiatan Bimtek Pendeskripsian dan Pendaftaran Klon Unggul Lokal Kopi, Sumarlin, S.P, M.P mengungkapkan, tujuan kegiatan yaitu memberikan pemahaman bagi petani tentang pentingnya seleksi dan produksi unggul secara mandiri, mengidentifikasi benih unggul lokal di petani demi meningkatkan produksi dan produktivitas kopi, agar petani dapat mengenal klon unggulan Lampung Barat, serta untuk melaksanakan identifikasi dan mendaftarkan klon kopi Robusta Liwa unggul sebagai aset sumber daya genetis daerah Lampung Barat

“Kita berharap dengan adanya kegiatan Bimtek Pendeskripsian dan Pendaftaran Klon Unggul Lokal Kopi Lampung Barat ini dapat bermanfaat bagi peserta,” ungkap Sumarlin seraya menambahkan, peserta terdiri dari 20 orang petani pemilik klon unggul lokal dan lima ASN Disbunnak Lambar. (lus/mlo)


Pos terkait