Disbunnak Lambar Optimalkan Pengawasan Ternak Jelang Ramadhan

  • Whatsapp
Kabid Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Alma' Arif

Medialampung.co.id – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Lambar memperketat pengawasan distribusi ternak yang masuk ke Kabupaten Lambar maupun ternak yang keluar daerah sebagai antisipasi masuknya penyakit ke daerah setempat, yang bisa membahayakan kesehatan manusia menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2021.

Kabid Peternakan Alma Arif mendampingi Kepala Disbunnak Nata Djudin Amran mengungkapkan, pihaknya terus memperketat pemeriksaan kesehatan ternak dari luar daerah yang menggunakan angkutan lalu lintas.

Bacaan Lainnya



“Pengawasan ternak lebih diperketat karena khawatir mengidap antraks maupun penyakit lainnya yang bisa membahayakan kesehatan kepada manusia,” ungkap Alma Arif, Selasa (6/4)

Menurut dia, petugas pos lintas ternak yang ada di Kecamatan Sumberjaya dan Kecamatan Sukau tetap standby 24 jam memberikan pelayanan yaitu melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kesehatan setiap ternak yang dibawa keluar daerah maupun ternak yang masuk ke Kabupaten Lambar, serta ternak yang sifatnya hanya melintas.

Kata dia, petugas setiap harinya dibagi tiga shift untuk bertugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan di pos lintas ternak di perbatasan tepatnya di Pinusan Kecamatan dan Kecamatan Sukau. 

“Untuk antisipasi, kita minta untuk lebih diintensifkan karena saat ini sedang ada wabah virus corona dan menjelang bulan ramadhan. Kita juga berharap kepada petugas untuk tetap menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya. 

Lebih jauh dia mengatakan, pada pos lintas ternak Sumberjaya dan Kecamatan Sukau, petugas memiliki kewajiban untuk mendata dan melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan setiap ternak yang dibawa keluar daerah maupun ternak yang datang dari luar masuk ke Lambar serta ternak yang sifatnya hanya melintas saja. 

“Untuk ternak yang dibawa keluar selain diperiksa kesehatannya juga dicatat termasuk daerah yang dituju. Ternak yang diperiksa antara lain sapi, kambing, ayam,” kata dia. 

Lanjut dia, tujuan dari operasional pengawasan lalu lintas ternak adalah mencegah masuknya penyakit hewan menular dan mencegah keluarnya hewan menular dari Lambar, mencegah penyebaran penyakit hewan menular. 

Lalu, terdatanya jumlah dan jenis komoditas ternak yang disuplai (masuk, keluar dan lewat) dari/ke Kabupaten Lambar, serta mengetahui surat kelengkapan ternak yang masuk atau keluar dari Kabupaten Lambar. 

“Dengan adanya pengawasan dan pemeriksaan ini, semoga ternak yang masuk dan keluar Lambar aman dan tidak sakit,” tutupnya. (lus/mlo)




Pos terkait