Disbunnak Lambar Vaksin dan Obati Ribuan Hewan 

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Lambar Yudha Setiawan, S.I.P

Medialampung.co.id – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Lambar selama kegiatan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan pada Februari 2022 telah membuka Klinik Hewan Keliling (KHK), dan tercatat sebanyak 1.203 hewan yang telah ditangani. 

“Selama momen musrenbang tingkat kecamatan, kita telah memberikan pelayanan kepada 1.203 hewan, rinciannya 822 hewan dilakukan vaksinasi rabies dan 381 hewan diberikan pengobatan,” ungkap Kepala Disbunnak Yudha Setiawan, S.I.P, Kamis (3/3)

Bacaan Lainnya


Dikatakannya, dibukannya KHK selama kegiatan musrenbang tersebut tujuannya untuk memfasilitasi masyarakat yang mempunyai keluhan pada hewan peliharaannya tanpa harus datang ke kantor Disbunnak Lambar.

“Pelayanan yang diberikan adalah berupa pengobatan hewan, konsultasi serta vaksinasi rabies,” kata dia.

Selain itu, pihaknya juga memberikan kartu pelayanan agar masyarakat yang hendak memeriksakan hewan peliharaannya kembali bisa langsung datang ke Disbunak Lambar dengan membawa kartu tersebut.

Untuk pelayanan vaksinasi rabies, lanjut Yudha, hanya diperuntukkan bagi hewan penyerta rabies seperti kucing, anjing dan kera. Sementara untuk pelayanan pengobatan hewan diberikan kepada semua jenis hewan. 

“Untuk pengobatan hewan kami melayani kambing dan sapi serta beberapa hewan ternak lainnya yang membutuhkan pengobatan. Kita tidak hanya membuka Klinik Hewan Keliling saja tetapi melayani pengobatan di fasilitas pengobatan yang ada di kantor Disbunnak,” kata dia.

Yudha merinci sebanyak 822 hewan yang telah divaksin rabies itu rinciannya anjing sebanyak 125 ekor, kucing 969 ekor dan kera satu ekor. Sedangkan sebanyak 381 hewan yang diberikan pengobatan terdiri dari kucing 149 ekor, anjing 30 ekor, kambing 169 ekor, sapi 18 ekor, kelinci tiga ekor dan ayam 12 ekor. 

“Pelayanan ini gratis. Dengan adanya pengobatan dan vaksinasi rabies terhadap hewan ini, kita berharap hewan peliharaan masyarakat lebih sehat dan terhindar dari penyakit termasuk virus rabies,” tutup Yudha. (lus/mlo)


Pos terkait