Disbunnak Lamteng Belajar Pengelolaan Tembakau-Kopi di Lambar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Lampung Tengah melakukan kunjungan pembelajaran di Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Rabu-Kamis (9-10).

Kunjungan yang diketuai oleh Kabid Penyuluhan Sinar, Kabid Sapras BPK Jekri  dan Kasi Sapras, Kasi Penyuluh,  penyuluh serta petani tembakau yang berjumlah seluruhnya 21 orang itu diterima langsung oleh Kabid Pengembangan Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Lambar Djoko Sulistidjo, S.P, M.M, di Ruang Rapat Disbunnak, Kamis (10/10)

Bacaan Lainnya



“Kedatangan tim Disbunnak Kabupaten Lampung Tengah dalam rangka mempelajari pengelolaan tembakau  serta kopi yang ada di Kabupaten Lambar, dan kita menyambut baik karena Kabupaten Lambar dipilih untuk menjadi lokasi tujuan pembelajaran oleh daerah lain,” ujar Kabid Perkebunan Sumarlin, S.P., mendampingi Kepala Disbunnak Agustanto Basmar, S.P, M.Si.

Ada tiga lokasi yang dikunjungi rombongan dari Disbunnak Kabupaten Lampung Tengah, yaitu ke kelompok tani (poktan) pengelola tembakau di Kecamatan Sumberjaya, Dinas Perkebunan dan Peternakan serta P3K AEKI Hanakau Kecamatan Sukau. “Disbunnak, petani dan poktan selain mempelajari pengelolaan tembakau, juga dilakukan diskusi terkait upaya peningkatan produksi dan mutu kopi robusta Lampung Barat,” katanya.

Masih kata dia, dalam rangka upaya meningkatkan mutu dan kualitas biji kopi, Pemkab melalui Disbunnak tahun ini menyiapkan bantuan bersumber dari APBD berupa alat jemur terpal bagi petani kopi sebanyak 100 lembar, selain itu bantuan berupa mesin huller untuk kopi kering, mesin bubuk kopi, serta mesin pulper kopi.

Kemudian, lanjut dia, ada bantuan berupa bantuan cangkul untuk program peremajaan yang bersumber dari APBN. Kemudian, kegiatan pasca panen tanaman kopi berupa mesin Huller, pulper, timbangan duduk, alat ukur kadar air 5 unit, serta Solar Dryer. “Tahun ini, kita targetkan petani sudah memproduksi kopi specialty atau minimal kopi grade tiga. Bantuan ini dalam rangka peningkatan mutu kopi di Kabupaten Lambar,” tandasnya. (lus/mlo)



Pos terkait