Disdag Rencanakan Operasi Pasar Gula

  • Whatsapp
Foto Ilustrasi

Medialampung.co.id – Mengenai keberadaan gula putih yang langka dan merangkak naik di pasaran saat ini, menjadi perhatian serius Dinas Perdagangan Kota Metro.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Metro Alfajar Nasution, data yang diterima hari ini, harga gula ditingkat glosir di Bumi Sai Wawai berkisar di harga Rp 15,5/kg.

“Ya mulai langka dan naik satu minggu belakangan ini, harga normalnya Rp 12 ribu biasanya, ini sudah sampai di angka Rp 15,5 ribu, ini jadi perhatian kita,”ujarnya kepada Medilampung.co.id, Kamis (5/3).

Pihaknya pun telah melakukan oprasi pasar untuk menstabilkan harga gula,”Senin (2/3) lalu sudah kita bersama PTPN7 gelar oprasi pasar jual gula Rp 12 ribu/kg, dan habis dari 1 ton yang kita siapkan,”ungkapnya.

Ditanya terkait penyebab naiknya gula dan langka dipasaran, Alfajar pun menerangkan ada beberapa faktor, pertama karena panen tebu diperkirakan pada bulan Juni dan Juli mendatang, kedua kemungkinan permainan sepekulan menjelang ramadhan dan ketiga terkait isu virus corona.

“Maka itu kami lagi melakukan pengkajian, dan akan menggelar rapat bulanan tim pengendali inflasi daerah membahas kelangkaan gula, serta rencana sidak ke gudang-gudang distributor gula dan toko-toko,”ujarnya.

Pihaknya pun tengah merencanakan oprasi pasar berikutnya mengenai gula ini,”Ya sedang kita rencanakan lagi, kemarin kita gandeng PTPN 7 karena di Bulog gula putih kosong,”ungkapnya.

Terpisah diungkapkan, Farida (40) pedagang kopi diarea Pasar Shopping, kenaikan gula mulai dirasakannya sejak dua hari terakhir, setelah sebelumnya harga gula Rp 12 ribu/kg saat ini menjadi Rp 16 ribu/kg.

“Ya dua hari terakhir, tadi saya beli gula di Pasar Pagi Cendrawasih satu kilogramnya Rp 16 ribu, cukup memberatkan dengan kenaikan gula ini, dan mulai agak sulit,”ungkapnya.(pip/mlo)



Pos terkait