Disdikbud dan KTI Gelar Kemah Arkeologi di Situs Batukebayan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama Karang Taruna Indonesia (KTI) Kabupaten Lampung Barat menggelar kemah arkeologi di situs Keramat Batukebayan, Pekon Batukebayan, Kecamatan Batuketulis Kamis-Minggu (14-17/11).

Kemah itu diikuti oleh Arkeolog Museum Lampung dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Banten dengan total peserta sebanyak 30 orang termasuk para tokoh pemuda yang ada di sekitar cagar budaya tersebut.

Bacaan Lainnya



Kabid Kebudayaan Riadi Andrianto, S.H., mendampingi kepala Disdikbud Lambar Hi. Bulki Basri, S.Pd, M.M., mengatakan kegiatan itu digelar untuk melahirkan kepedulian terhadap kelestarian cagar budaya, salah satunya melakukan konservasi dengan melakukan aksi bersih-bersih lokasi cagar budaya.

“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya kami bersama jajaran Karang Taruna untuk membangun kepedulian terhadap kelestarian cagar budaya, dalam kemah in kami melakukan aksi bersih-bersih yang tentunya tetap sesuai aturan, karena disini kita didampingi para arkeolog,” kata Riadi.

Selain itu, pihaknya berharap tujuan akhir dari kegiatan ini dapat menumbuh kembangkan karakter dan jati diri serta menambah wawasan dan pengetahuan generasi muda tentang cagar budaya.

“Harapan kita berbagai upaya yang dilakukan dalam melestarikan cagar budaya ini akan mampu mewujudkan harapan dan cita-cita Bersama, yaitu Kabupaten Lampung Barat yang hebat dengan berlandaskan nilai-nilai luhur kebudayaan,” harapnya.

Sementara itu, Peratin Pekon Batukebayan Murtoyo menyambut baik terselenggaranya kegiatan itu, dia berharap kegiatan selama empat hari ini memberi pelajaran sejarah dan menjadi sektor yang dapat menunjang keelestarian cagar budaya sebagai identitas wilayah setempat.

“Dengan adanya kegiatan ini kita juga berharap kedepan situs Batukebayan dapat semakin dikenal masyaralat luas sehingga ada terobosan-terobosan untuk mengembangkan cagar budaya ini sebagai salah satu objek wisata karena potensinya sangat memungkinkan,” imbuhnya.

Bahkan, kata dia, melalui dana desa tahun ini pihaknya juga ikut memperhatikan kelestarian cagar budaya tersebut salah satunya dengan membangun sarana bermain anak untuk menghilangkan kesan angker di wilayah itu. (edi/mlo)



Pos terkait