Disdikbud Lampura Minta Sekolah Terapkan Protap Covid-19 untuk KBM Tatap Muka

  • Whatsapp
Kabid PAUD dan Dikmas, Disdikbud Lampura, Yeni Sulistina

Medialampung.co.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara (Lampura) meminta pihak sekolah, khususnya jenjang Taman Kanak-kanak dapat memastikan segala hal mengenai protap covid-19.

Hal tersebut, menyusul akan diberlakukannya metode belajar-mengajar dengan tatap muka.

Bacaan Lainnya



“Untuk sekolah-sekolah yang akan melaksanakan belajar secara tatap muka, harus dapat memastikan segala persyaratan pokok covid-19. Apalagi untuk taman kanak-kanak, PAUD maupun kober. Jangan sampai saat pelaksanaan terjadi masalah, hingga menambah angka penyebaran covid-19,” kata Kabid PAUD dan Dikmas, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampura, Yeni Sulistina, Selasa (13/10).

Mengingat, kata dia, sejumlah kelas di jenjang pendidikan anak usia dini pada, Sabtu, 17 Oktober 2020 mendatang, berencana menerapkan tatap muka.

Meski begitu, pihaknya mengaku, sampai dengan saat ini belum menerima pengajuan dari pihak sekolah untuk menggelar tatap muka langsung di tengah pandemi. 

Diketahui, pemerintah telah menetapkan bahwasanya daerah yang berada pada zona kuning (penyebaran sedang) dan hijau (rendah), dapat melaksanakan proses ngajar mengajar tatap muka. 

“Lampura kan, saat ini zona kuning. Jadi, Lampura bisa menerapkan hal itu,” tegasnya 

“Memang sudah ada aturannya, tapi sekali lagi itu harus memenuhi segala persyaratan. Bukan dengan hanya meminta persetujuan orang tua (wali), seperti menyiapkan masker, jaga jarak maksimal 5 siswa/kelas, gugus tugas sekolah dan persyaratan lain yang harus dipenuhi. Sehingga tidak menyebabkan cluster baru, saat dimulainya pembelajaran melalui tatap muka langsung,” terangnya.

Yeni menjelaskan banyak syarat yang harus dipenuhi pihak sekolah dalam melangsungkan tatap muka langsung dengan siswa. Dan berdasarkan informasi diterima harus melihat sekolah yang lebih tinggi terlebih dahulu, baru menyusul jenjang di bawahnya. 

“Rencananya kan SMA yang akan lebih dahulu menggelar tatap muka langsung pekan depan, kalau dalam perjalanannya aman baru menyusul jenjang SMP. Dan begitu seterusnya, jadi dengan mendapatkan persetujuan orang tua tidak lantas bisa menggelar tatap muka, tapi harus melihat dahulu seperti apa kondisi dilapangan,” imbuhnya.

Pihaknya belum dapat memastikan tatap muka langsung, khususnya jenjang pendidikan anak usia dini. Sebab, dilapangan perkembangan kasus covid-19 belum ada tanda-tanda akan mereda, sehingga memprediksi dapat terlaksana pada awal tahun.

“Kalau kita tetap optimis, tapi mereka juga kan melakukan itu karena ada desakan dari wali murid. Tapi sekali lagi saya tekankan itu melalui proses dan mekanis, seperti harus menjalani survey dari gugus tugas, setelah sebelumnya mendapatkan persetujuan,” pungkasnya.(ozy/mlo)



Pos terkait