Diskusi Meja Bundar Kopi Berkelanjutan, Bahas Kelanjutan BBS KEKAL

  • Whatsapp
Kepala Disbunnak Lambar Agustanto Basmar

Medialampung.co.id – Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Lampung Barat Ir. Agustanto Basmar mewakili Bupati Lambar Hi. Parosil Mabsus, turut serta dalam Online Webinar by Zoom, bertema diskusi meja bundar kopi berkelanjutan di bukit barisan selatan, yang digelar oleh Wildlife Conservation Society (WCS), Selasa (8/12).

Agustanto Basmar mengungkapkan, dalam rangka mendukung upaya penanganan deforestasi di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) melalui budidaya kopi berkelanjutan, WCS telah memfasilitasi pelaksanaan diskusi meja bundar kopi berkelanjutan di lanskap Bukit Barisan Selatan secara regular sejak tahun 2017.

Bacaan Lainnya


“Diskusi meja bundar ini merupakan wadah bagi para pengampu kepentingan untuk mendiskusikan berbagai strategi mengatasi deforestasi yang didorong oleh budidaya kopi dan meningkatkan mata pencaharian petani kopi di sekitar kawasan TNBBS,” ungkap Agustanto. 

Dijelaskan, diskusi meja bundar kali ini bertujuan untuk memberikan informasi terkini perkembangan kegiatan yang telah dilaksanakan dalam Bukit Barisan Selatan- Kemitraan Komoditas Lestari (BBS KEKAL) serta komitmen pihak swasta dan lembaga donor.

”Diskusi ini juga akan membahas tujuan dan strategi implementasi Program BBS KEKAL dan kontribusi program terhadap usaha pembangunan Provinsi Lampung, dalam diskusi tersebut WCS juga memberikan perkenalan singkat mengenai Program TRADE Hub yang implementasinya sangat berkaitan erat dengan BBS KEKAL,” kata dia.

Lebih lanjut Agustanto mengungkapkan, berdasarkan surat yang diterima diskusi meja bundar virtual kopi berkelanjutan di bentang alam bukit barisan selatan menerjemahkan komitmen bersama untuk mengatasi deforestasi dan meningkatkan mata pencaharian petani.

”Penandatanganan Pernyataan Niat Bersama oleh enam belas lembaga pada bulan April 2018, meletakkan landasan bagi terbentuknya Bukit Barisan Selatan Kemitraan Komoditas Lestari (BBS KEKAL), sebuah kolaborasi multipihak untuk mendukung konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan peningkatan mata pencaharian petani di bentang alam BBS di bagian selatan Sumatera,” bebernya.  

Terusnya, fase pertama BBS KEKAL telah dimulai pada bulan Januari 2019, dengan fokus mendukung petani untuk beralih memproduksi kopi bebas-deforestasi, mendesain sistem pemantauan bentang alam untuk mendukung kegiatan pemberdayaan petani kopi dalam jangka panjang dan kepatuhan pada prinsip-prinsip ‘nir deforestasi’.

Kemudian, dukungan pada pemerintah untuk perencanaan pembangunan terpadu yang mendukung kesejahteraan petani dan penciptaan kondisi pemungkin yang memberikan insentif bagi produksi komoditas pertanian bebas deforestasi di bentang alam ini. (nop/mlo)




Pos terkait