Disnaker Catat Tingkat Pengangguran di Lampung Nomor 2 Terendah se-Sumatera

  • Whatsapp
Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Agus Nompitu

Medialampung.co.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnker) Provinsi Lampung mencatat angka pengangguran sampai dengan bulan Februari 2021 sebanyak 209.091 jiwa di Lampung.

“Jadi data kita Dinas Ketenagakerjaan itu reguler, Sampai dengan bulan Februari kemarin angka pengangguran ada 209.091 jiwa,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Agus Nompitu saat di hubungi medialampung.co.id, Minggu (24/10).

Bacaan Lainnya

Lanjutnya, Angka Pengangguran di Provinsi Lampung masih terkendali yakni 4,54% dan tergolong terendah nomor dua di Sumatera.

“Tingkat pengangguran di Lampung tergolong terendah nomor dua di Sumatera,” katanya.

Lanjutnya, Namun demikian upaya kita bagaimana supaya 209.091 jiwa yang menganggur tersebut dapat diatasi sehingga sehingga tingkat pengangguran dapat ditekan dengan mengefektifkan Balai Latihan Kerja (BLK) di Lampung.

“Salah satunya dengan mengefektifkan BLK-BLK yang ada di Provinsi Lampung melalui pelatihan-pelatihan dan bekerja sama dengan  Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) di Lampung,” terangnya.

Kemudian BLK komunitas yang berbasis di Pondok-pondok pesantren juga diefektifkan. Ia juga mengatakan dalam waktu dekat akan mendorong untuk mempertemukan para pencari kerja dengan penyedia lapangan kerja melalui aplikasi di Sistem Informasi Pencarian Kerja di Lampung (SiGajah). 

“Ya, Nanti kita harapkan dari angka pengangguran yang ada kita dorong pada dunia industri,” jalasnya.

Disamping pelatihan-pelatihan ada juga magang kerja yang terus kita dukung baik dari anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kedepannya akan kita minta partisipasi perusahaan bisa mendukung melalui magang mandiri,” harapnya.

Ia mengatakan di tahun 2022 sudah ada sekitar delapan perusahaan yang sudah mendaftar untuk ikut berpartisipasi melaksanakan magang yang dibiayai mandiri oleh perusahaan. 

“Saat ini 80 orang yang sudah di magang kan mudah-mudahan akan terserap. Seperti tahun 2021 ini dari 350 yang dilatih magang sekitar 210 orang yang terserap pada pasar kerja. Dengan demikian mudah-mudahan kedepan semakin banyak orang dilatih magangkan bisa terserap 100% di perusahaan-perusahaan tersebut,” pungkasnya.(ded/mlo)

Pos terkait