Dispensasi Nikah Tinggi, LPA dan PA Gunungsugih Kerja Sama 2021

  • Whatsapp

Medialampung.co.id. – Pengajuan dispensasi nikah di Pengadilan Agama (PA) Kelas I B Gunungsugih, Lampung Tengah, selama 2020 cukup tinggi hingga mencapai 165 perkara. Karena itu, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lamteng akan bekerja sama dengan PA Gunungsugih untuk menekan pernikahan dini ini 2021.

Ketua LPA Lamteng Eko Yuwono menyatakan dirinya juga mendapat informasi pengajuan dispensasi nikah ini. “Ya, cukup tinggi dispensasi nikah yang diajukan ke PA selama 2020. Hal ini akan menjadi perhatian kita,” katanya.

Bacaan Lainnya

Karena itu, kata Eko, dirinya sudah berbicara langsung dengan ketua PA Gunungsugih. “Saya sudah ngobrol dengan ketua PA langsung. Sudah sepakat akan bekerja sama pada 2021 menekan kasus pernikahan dini ini. Responnya cukup baik. Kita akan turun bersama untuk mensosialisasikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya dalam Refleksi Akhir Tahun yang digelar Rabu (30/12), Ketua PA Kelas I B Gunungsugih Dr. Hj. Sartini, S.H., M.H. menyatakan perkara selesai 2020 sebesar 99,69 %. “Kita memutus 2.659 perkara (99,74 %) dari 2.666 perkara. Kita berupaya memberikan pelayanan cepat, sederhana, dan berbiaya ringan,” ungkapnya.

Sartini melanjutkan, sisa perkara 2020 sebanyak 7 perkara (0,26 %). “Sisa ini terdiri atas cerai gugat 5 perkara, wakaf 1 perkara, dan cerai talak 1 perkara,” ujarnya.

PA Kelas I B Gunungsugih, kata Sartini, menangani jenis perkara yang bervariatif. “Ada ekonomi syariah 3 perkara, wakaf 1 perkara, waris 1 perkara, dispensasi kawin 165 perkara, dan pengesahan nikah 178 perkara, di samping perkara cerai gugat dan cerai talak dengan jumlah terbanyak masing-masing 1.714 dan 504 perkara,” ungkapnya.

Diketahui dalam UU No. 16/2019 tentang Perubahan atas UU No. 1/1974 tentang Perkawinan telah menaikkan usia minimal kawin perempuan dari 16 tahun menjadi 19 tahun sehingga usia kawin perempuan dan laki-laki sama-sama 19 tahun.

Dalam sidang dispensasi nikah, kedua orang tua baik dari pihak perempuan dan laki-laki harus hadir. Begitu juga pasangan yang mau menikah. Dilihat apakah bisa diterima alasannya atau tidak. (sya/mlo)


Pos terkait